Minggu, 22 April 2018 | 18:06
Sembilan pasangan bupati-wakil bupati mengangkat sumpah saat gladi pelantikan di aula kantor Gubernur NTT, kemarin
vn/nahor

Wujudkan Janji Kampanye

SEMBILAN pasangan bupati-wakil bupati hasil Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu, dilantik hari ini, Rabu (17/2) oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya di aula kantor Gubernur. Para bupati-wabup diminta segera bekerja mewujudkan janji-janji kampanye yang disampaikan saat pilkada.

“Saya harapkan agar pasca-pelantikan para bupati segera bekerja maksimal untuk mewujudkan janji-janji kampanye, bekerja sepenuh hati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno menjawab VN, Selasa (16/2).

Dikatakannya, bupati-wabup harus segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi dengan semua stakeholder, menata birokrasi untuk saling bersinergi mewujudkan program-program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diingatkannya bahwa politik balas jasa dan balas dendam dalam penataan dan pembinaan birokrasi dan pembangunan harus dihindari. “Politik balas jasa dan balas dendam itu justru menghancurkan program pemerintah yang berdampak pada macetnya roda pembangunan di daerah,” tegasnya.

Dalam penataan birokrasi, lanjutnya, para pejabat yang berkompeten di dalam bidangnya harus diberdayakan. “Perbedaan politik harus diakhiri, saatnya bekerja untuk rakyat. Rangkul semua pemangku kepentingan untuk merealisasikan semua program pembangunan,” pungkasnya.

Pengamat kebijakan publik Adi Nange mengemukakan hal senada. Dia meminta para bupati yang dilantik untuk meninggalkan semua perbedaan politik selama pilkada dan segera bekerja demi kepentingan masyarakat.

Mutasi penting tetapi bukan utama. Apalagi mutasi yang beraroma balas dendam dan balas jasa. Mantan Ketua PMKRI Kupang Yuventus Kago juga mengingatkan para bupati agar jangan menjadikan mutasi sebagai urusan utama dan perdana pasca-pelantikan. Urusan perdana dan utama adalah melaksanakan program demi perbaikan taraf hidup masyarakat.

Tak Banyak Persiapan
Asisten 1 Setda NTT Yohana Lisa Pally mengatakan, tidak banyak persiapan yang dilakukan terkait pelantikan hari ini. Sebab, kepastian pelantikan serentak sembilan bupati-wabup di Kupang, belum lama ini diperoleh pihak Pemprov.

“Yang paling penting adalah seremoni pelantikan bisa berjalan lancar. Dan karena acaranya bisa sampai sore sehingga kita perhatikan pula konsumsinya,” katanya.

Dana yang dipersiapkan Pemprov dari APBD NTT pun, kata dia, hanya Rp 43 juta, dibantu oleh sembilan kabupaten masing-masing sekitar Rp 30 juta.

“Dana bantuan dari sembilan kabupaten ini akan dipertanggungjawabkan setelah kegiatan pelantikan ini berakhir dan pertanggungjawabannya akan diserahkan semua ke kabupaten sebagai bukti,” katanya.

Asisten II Setda NTT Andre …. mengatakan, persiapan pelantikan sudah dilakukan sampai dengan gladi bersih, kemarin. Dia menyebutkan, sembilan bupati-wabup yang dilantik hari ini yaitu Bupati-Wabup Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole-Mathen Ngailu Toni, Sumba Timur Gidion Mbilijora-Umbu Lili Pekuwali, Bupati-Wabup Malaka Stefanus Bria Seran-Daniel Asa, Bupati-Wabup Sabu Raijua Marthen Luther Dira Tome-Nikodemus N Rihi Heke, Bupati-Wabup Ngada Marianus Sae-Paulus Soliwoa, Bupati-Wabup Belu Willybrodus Lay-JT Ose Luan, Bupati-Wabup TTU Raymundus Sau Fernandes-Aloysius Kobes, Bupati-Wabup Manggarai Barat Agustinus CH Dula-Maria Geong, dan Bupati-Wabup Manggarai Deno Kamelus-Victor Madur.

Panitia pelantikan di tingkat provinsi memperkirakan undangan yang hadir sekitar 1.500 orang, termasuk dari sembilan kabupaten yang dibatasi hanya 75 undangan/kabupaten.

Karo Tatapem Setda NTT Silvester Banfatin mengatakan, undangan dibatasi mengingat terbatasnya daya tampung aula kantor Gubernur NTT.

Antisipasi Listrik Padam
Panitia pelantikan sudah mengantisipasi listrik padam saat pelantikan berlangsung, yakni dengan menyediakan tiga unit genset.
“Kalau sampai listrik padam maka tentu sangat mengganggu acara pelantikan. Apalagi kondisi aula cukup besar, tertutup dengan fasilitas AC sehingga kalau tidak antisipasi memang fatal. Kita siapkan tiga unit genset untuk mengantisipasi kalau listrik padam mendadak,” jelas Banfatin.

Dia meminta PLN mendukung kelancaran pelantikan dengan tidak memadamkan listrik pada saat acara pelantikan berlangsung. Sebab, kegiatan pelantikan merupakan acara kenegaraan, dimana pelantikan dilakukan oleh Gubernur atas nama Presiden.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, polisi menyiagakan 345 personel, terdiri dari 245 personel Polda NTT dan 100 personel dari Polres Kupang Kota untuk mengawal keamanan acara pelantikan tersebut.

“Pengamanan acara pelantiksn melibatkan semua unsur di antaranya Sabhara, Brimob, Pam Obvit, Intelkam, Satlantas, Biddokes, dan unsur lainnya,” jelasnya.

(*/D-1)

Baca Juga :