Kamis, 26 April 2018 | 23:34
11

Waspadai Penikaman dan Pemalakan

NASIB naas dialami Yohanes Renaldo Agung Galus Saputra Bete (19), seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang. Warga RT 09/RW 02, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, ini dikeroyok dan dianiaya sejumlah pemuda tak dikenal, akhir pekan lalu, sekitar pukul 22.30 Wita. Korban dianiaya dan dikeroyok di Jalan Swakarya, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, saat hendak berkunjung ke rumah pacarnya.
Kasus pengeroyokan ini sudah dilaporkan ke polisi di Polres Kupang Kota, dan diterima Brigpol Yanto E Banoet, petugas Bayanmas di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kupang Kota. Kasus ini berawal ketika korban hendak ke rumah pacarnya dan diantar oleh teman korban.

 
Saat tiba di rumah pacar korban di Jalan Swakarya, Kelurahan Oetete, teman korban langsung menurunkan korban dan langsung pulang. Selang beberapa saat datang terlapor dan teman-temannya. Korban mengaku kalau saat itu ada sejumlah pemuda yang menghampiri korban. Korban sendiri mengaku dirinya tidak mengenali para terlapor.

 
Waktu kejadian tersebut, terlapor datang menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU warna merah hitam nomor polisi DH 3958 EB. Para terlapor mendekati korban dan tanpa alasan yang jelas langsung menusuk korban dengan sebilah pisau di tangan kanan. Tidak hanya menusuk korban, namun pelaku juga mengambil sebatang kayu dan menghantam korban di bagian belakang sehingga korban terjatuh.

 
Usai mengeroyok dan menganiaya korban, pelaku Cs langsung kabur meninggalkan korban di tempat kejadian perkara. Korban kemudian menghubungi rekannya, Neno Lapudo’oh (20), warga RT 09/RW 02, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, dan selanjutnya, Neno datang ke tempat kejadian perkara membawa korban ke rumah sakit.

 
Usai membuat laporan polisi, korban menjalani visum di rumah sakit Bhayangkara Kupang dan selanjutnya diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota. Aparat keamanan Polres Kupang Kota dipimpin Kanit II Siaga SPKT Polres Kupang Kota Aiptu Made Kawi ke tempat kejadian perkara mencari pelaku, namun hasilnya nihil. Hingga saat ini polisi masih berusaha mencari pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 
Supir Waspada Sementara bagi supir angkutan kota (angkot) diharapkan selalu mewaspadai tindakan pemalakan yang selalu dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
Para oknum tersebut sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap alias pengangguran, dan pekerjaannya melakukan pemalakan kepada setiap kendaraan umum dan hasil pemalakannya dihabiskan untuk miras dan perjudian.

 
Demikianlah yang dialami oleh Olimpius Nainoe (20) yang adalah seorang supir angkutan kota Line 6 (enam), yang dianiaya oleh orang tak dikenal, lantaran tidak memberikan uang saat diminta oleh orang tersebut di Terminal Bundaran PU, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo. Akibat perbuatan tersebut, Nainoe mengalami luka robek pada kepala bagian kiri dan luka lecet pada tangan sebelah kanannya. Atas kejadian tersebut, Nainoe mendatangi Mapolres Kupang Kota untuk memproses kasusnya. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz