Jumat, 27 April 2018 | 08:54
19

Waspadai Kenakalan Remaja

AKSI kenakalan remaja di Kota Kupang semakin tak terkendali bahkan sangat meresahkan masyarakat, karena sudah mengganggu kenyamanan warga. Pihak kepolisian diminta lebih tegas terhadap para remaja yang melakukan tindakan itu.

 
Tindakan kenakalan remaja dialami Riza Labinte (22), warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, yang mengalami perbuatan tidak menyenangkan. Riza hendak diganggu beberapa orang yang tak dikenalinya saat kembali ke rumahnya, usai mengikuti ibadah pemuda di rumah salah satu teman gerejanya yang terletak di samping kantor Waskita Karya.

 
Kejadian tersebut bermula dari Riza bersama temannya bernama Ajis Roworua (15), sementara berjalan pulang ke rumah usai mengikuti ibadah pemuda sekitar pukul 22.00 Wita dengan berjalan kaki. Ketika sampai di pertigaan Perumnas, ada tiga unit sepeda motor yang melintas yang pengendaranya masing-masing berboncengan para pemuda iseng.

 
Sepeda motor yang pertama mendekati Riza lalu menyentuh bokongnya, spontan dia langsung kaget dan berteriak histeris, namun pelakunya cuek dan melaju kencang lalu meninggalkannya.
Beberapa menit kemudian, sepeda motor kedua mendekat lalu menyentuh lengan bagian kanan dari Riza, dia pun marah dan langsung berteriak minta tolong.

 
Saat itu, ada seorang bernama Rudy Bu’u yang berada di lokasi kejadian merasa kesal dengan perbuatan pelaku. Akhirnya, Rudy langsung mengikuti ketiga sepeda motor tersebut untuk mengetahui lokasi tempat tinggal mereka.

 
Sementara Riza hanya mampu diam membisu dan menangis karena perbuatan tersebut dialami dirinya. Atas kejadian tersebut, Riza bersama Roworua mendatangi Mapolres Kupang Kota untuk melaporkan kasus tersebut dan berharap agar pelakunya ditindak tegas.

 
Pengamat Sosial Balkis Soraya Tanof menilai tingkat kenakalan remaja di Kota Kupang semakin meningkat, hal ini dipengaruhi adanya pengaruh internal dari dalam keluarga, karena orangtua kurang memahami psikologi anak akibat kesibukan yang cukup padat, serta tidak melakukan pngawasan terhadap perilaku sang anak.

 
Pengaruh eksternal, karena perkembangan informasi dan teknologi terutama internet sehingga anak mengadopsi berbagai nilai buruk dalam melakukan pencarian jati dirinya, sehingga melakukan berbagai perbuatan kriminal yang dianggapnya benar.

 
Untuk itu, dalam meminimalisir berbagai fungsi kontrol terhadap anak, maka peran orangtua harus maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap anak serta semua pihak terkait, seperti pemerhati sosial maupun pihak kepolisian dalam pengawasan terhadap para remaja yang mengganggu ketertiban umum. “Semua pihak harus bekerja sama dalam melakukan fungsi kontrol agar meminimalisir kenakalan remaja di Kota Kupang,” ujarnya. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz