Sabtu, 21 April 2018 | 19:36
12

Warga Ragukan Lampu Jalan

KONDISI lampu jalan di Kota Kupang yang sering rusak walaupun baru saja diperbaiki membuat warga kota meragukan kualitas lampu jalan yang digunakan. Keraguan tersebut didasari setelah melihat begitu banyak lampu jalan di Kota Kupang yang tidak berfungsi, sehingga Kota Kupang menjadi gelap.

 
Riny Wila, salah seorang warga yang ditemui VN, Sabtu (11/4), di ruas Jalan El Tari, tepatnya depan rumah jabatan gubernur menyesali gelapnya lokasih tersebut akibat lampu jalan yang tidak berfungsi. “perasaan saya, lampu di ruas jalan ini baru saja di perbaiki namun mengapa rusak lagi,” ungkapnya.

 
Ia mencurigai, kualitas lampu jalan yang digunakan pemerintah adalah lampu dengan kualitas rendah untuk menghemat anggaran sehingga mudah rusak. Pada kesempatan tersebut, Riny meminta pemerintah untuk meningkatkan fungsi kontrol terhadap pemenang terder perbaikan, sehingga alat-alat yang digunakan adalah alat–alat yang berkualitas sesuai spesikasi sehingga lampu jalan tersebut bisa bertahan lama.

 
“Jangan hanya mencari keuntungan dengan mengunakan lampu kualitas rendah namun dalam laporannya mengunakan harga kualitas unggulan,” tandasnya. Jidro Nahak, warga yang lain juga mengatakan, masalah gelapnya Kota Kupang bukan hanya ketiadaan lampu jalan namun akibat dari kualitas barang yang tidak sesuai spesifikasi sehingga mudah rusak.

 

Ia mencontohkan lampu jalan di beberapa kelurahan yang baru dipasang kurang lebih setahun namun suda rusak. “Jangan habiskan uang rakyat dengan kualitas murahan, kasihan setiap tahun harus habiskan miliaran rupiah hanya untuk perbaiki lamu jalan,” ungkapnya.

 
Ia juga meminta DPRD Kota Kupang untuk selalu mengawasi hal-hal demikian karena jika terus dibiarkan maka setiap tahunnya anggaran belanja daerah selalu dibebani dengan masalah perbaikan. “Kalau masalah perawatan tidak terlalu masala bagi saya, namun jika setiap tahun ganti baru berarti perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

 
Ruben Era, seorang penjual sayur keliling, kepada VN mengatakan, dia punya pengalaman buruk terhadap kondisi lampu jalan yang tidak berfungsi. Ruben mengisahkan bahwa dirinya pernah dilempari dengan botol minuman keras oleh sekelompok orang di ruas Jalan El Tari karena dia hampir menabrak mereka yang sedang mengkonsumsi miras.

 

“Saya pernah satu kali dilempar dengan botol bir karena saya tidak melihat mereka yang sedang mabuk di pinggir jalan,” ungkapnya. Atas masalah tersebut ia meminta pemerintah untuk segerah memperbaiki lampu jalan tersebut sehingga jangan ada korban yang terjadi. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz