Jumat, 27 April 2018 | 08:53
Beberapa anggota Gegana Polda NTT berusaha mengangkat benda yang diduga aircraft bomb dari dalam lubang menggunakan katrol
vn/nahor fatbanu

Warga Pasir Panjang Temukan Bom Satu Ton

Victory-News, WARGA Kelurahan Pasir Panjang RT 07/RW 03, Kota Kupang, Jumat (30/10) pagi, digegerkan dengan penemuan benda mirip bom seberat satu ton lebih, tepatnya di Pantai Pasir Panjang.

Secara kasat mata, benda tersebut memang menyerupai bom dengan bentuk lancip di sisi lain, dan tumpul pada sisi lainnya. Panjangnya mencapai 125 sentimeter dan berdiamater 30 sentimeter.

Benda tersebut ditemukan pertama oleh Mesak Dale saat bersama seorang kerabatnya ketika menggali lubang pembuangan air kamar mandi di samping rumahnya sekitar pukul 06.00 Wita.

Setelah kedalamannya mencapai kurang lebih satu meter, linggis Mesak membentur sebuah benda keras menyerupai besi dan mengeluarkan bunyi nyaring. Merasa penasaran, Mesak kemudian mengetok benda itu menggunakan palu. “Awalnya saya kira fosil purbakala yang tertimbun.

Tapi saya terus menggali dan melihat bentuk benda itu mirip bom. Saya takut lalu memberitahukannya kepada ketua RT,” ungkapnya.
Disaksikan VN, anggota Polsek Kelapa Lima yang mendapat laporan langsung turun mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

Namun, baru sekitar pukul 12.00 Wita, tim dari Detasemen Gegana Satuan Brimod Polda NTT tiba di lokasi. Upaya evakuasi memakan waktu yang cukup lama (sekitar tiga jam) karena sangat berat.

Detasemen Gegana mengalami kesulitan karena tidak memiliki peralatan khusus untuk mengangkat benda seberat itu. Tim Gegana harus mendatangkan mobil yang memiliki katrol untuk mengangkat keluar benda tersebut dari dalam lubang.

Aircraft Bomb
Komandan Detasemen Gegana Polda NTT Kompol Kariawan Barus menjelaskan, benda yang ditemukan itu “Aircraft Bomb” (bom pesawat terbang) pada Perang Dunia II sekitar yahun 1942-1945.

“Untuk sementara, dugaan kuat benda itu merupakan aircraft bomb. Namun untuk memastikannya, masih perlu diteliti lebih lanjut. Oleh Demi keamanan, untuk sementara benda itu diamankan di markas Gegana untuk diselidiki,” katanya.

Ia mengakui bahwa proses evakusi mengalami kendala karena benda tersebut memiliki berat mencapai satu ton lebih. “Anggota dibantu warga bersama-sama mengangkat pakai katrol dan baru berhasil sekitar pukul 14.30 Wita. Kita belum tahu apakah ini bom aktif atau tidak tetapi akan kita identifikasi terlebih dahulu,” tuturnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, sudah ada lima bom aircraft aktif yang diduga bekas Perang Dunia kedua ditemukan di Kupang. Hal ini karena wilayah Kupang dahulu juga merupakan wilayah perang pada saat itu.

Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast mengapresiasi warga Kelurahan Pasir Panjang atas tindakan mereka melaporkan penemuan benda mirip bom tersebut kepada aparat kepolisian.

“Bagus. Dan memang harus segera melaporkan kepada pihak Kepolisian jika menemukan hal seperti itu. Sebab sangat berbahaya. Jangan terlalu dekat dengan lokasi juga, untuk mengantisipasi risiko terburuk seperti meledak atau hal lain,” tuturnya.

Ketua RT 07 Frans Riwu kepada VN menjelaskan bahwa menurut cerita nenek moyangnya, di sekitar lokasi penemuan tersebut, masih terdapat banyak bom milik tentara Jepang yang terkubur.

“Menurut cerita orang tua, pas Jepang menyerah dan pulang kembali negaranya, para tentara mengubur senjata dan bom mereka di lokasi sekitar sini. Dan ini, kali pertama warga temukan bom,” ungkapnya. (wan/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz