Jumat, 27 April 2018 | 08:41
40

Wali Kota Cabut Izin Sukiran

WALI Kota Kupang Jonas Salean akhirnya mencabut izin usaha UD El Shaddai milik Sukiran Santoso di Jalan Oeekam RT 09/RW 04 Kelurahan Sikumana yang selama ini memproduksi produk oleh-oleh khas NTT. Langkah tersebut diambil setelah hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang menyatakan bahwa semua unsur baik peralatan produksi, bahan baku, proses produksi, dan hasil-hasilnya tak memenuhi standar kesehatan.

 
Demikian penegasan Jonas Salean kepada VN di sela-sela menerima kunjungan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Puspayoga, Senin (27/4) petang di alun-alun Balai Kota. Salean mengatakan, laporan hasil uji laboratorium dari BPOM Kupang sudah ia terima. Dari hasil pemeriksaan itu, semuanya tak memenuhi persyaratan. “Karena tidak memenuhi syarat, jadi saya perintahkan dicabut dan semua produksinya ditarik,” tegasnya.

 
Untuk itu, kata Jonas, ia telah memerintahkan Asisten II Sekretaris Kota Kupang Djama Mila Meha untuk memimpin rapat koordinasi yang melibatkan semua unsur Selasa (28/4), hari ini. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Polsek, Polres agar bersama Satpol PP memantau semua produk yang masih dijual di swalayan. Semua produk dari pusat Oleh-oleh Sukiran harus ditarik dari peredaran.

 
“Karena tidak mungkin dia mau tetap bertahan di swalayan-swalayan. Bagaimana kalau nanti orang beli dan makan produk dan hasilnya yang tidak benar itu,” tegasnya. Asisten II Djama Mila Meha mengaku sudah diminta Wali Kota untuk menggelar rapat koordinasi yang menurut rencana dilaksanakan pukul 13.00 Wita, siang ini.

 
Menurutnya, rapat akan dihadiri instansi teknis terkait seperti BPOM Kupang, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Kasat Pol PP, Camat Maulafa, dan Lurah Sikumana. Tanpa Izin Kepala Badan Pelayanan Perizinan  Terpadu (BPPT) Kota Kupang Noce Nus Loa kepada VN menjelaskan, SITU milik UD El Shaddai, sudah direkomendasikan untuk dicabut. “BPPT sudah rekomendasikan untuk dicabut izin SITU-nya,” ujarnya.

 

Dalam rapat koordinasi pertama yang digelar Kamis (23/4) lalu, lanjut Noce, terungkap bahwa El Shaddai milik Sukiran Santoso tak mengantongi izin produk apapun dari Dinas Perindag. “Ini berarti, UD El Shaddai hanya mengantongi SITU yang kami keluarkan untuk masa berlaku 15 Februari 2013 sampai 15 Februari 2016. Izin yang lain tidak ada,” bebernya.

 
Dalam rapat itu, semua peserta rapat (Balai POM Kupang, Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, BPPT, Pol PP, Camat Maulafa, dan Lurah Sikumana) sudah merekomendasikan kepada Pak Wali Kota untuk menutup dan mencabut izin Sukiran,” tambahnya. (lia/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz