Jumat, 20 April 2018 | 16:52
FOTO HAL 15A 140415 copy

UN Masuk Pos Penentuan Kelulusan

MESKI ujian nasional (UN) tidak menjadi penentu kelulusan siswa, pihak SMAN 2 Kupang tetap memasukkan UN sebagai salah satu pos dalam menentukan kelulusan siswa. Namun begitu, penentuan kelulusan yang diberikan kepada sekolah disambut positif. Demikian disampaikan Kepala SMAN 2 Kupang Maxi Nggeolima kepada VN di selasela pelaksanaan UN hari pertama di sekolahnya, Senin (13/4).

 
Maxi menjelaskan, tahun ini penentuan kelulusan diberikan kepada sekolah. Hal itu disambut baik karena sudah menjadi harapan para guru selama ini. “Kami sambut baik penentuan kelulusan yang diberikan kepada sekolah. Sebab, selama ini kita ikuti anak-anak selama tiga tahun, dan tidak bisa divonis hanya dalam hari UN.

 
Tetapi, kami memasukkan UN sebagai salah satu pos dalam menentukan kelulusan,” tegasnya. Menurut dia, dikembalikannya kewenangan penentuan kelulusan kepada sekolah merupakan bentuk penghargaan terhadap martabat guru. Guru merasa dihargai dan diperhatikan dengan aturan tersebut.

 
“Itu harapan dan doa kami, sehingga kami menargetkan kelulusan 100 persen,” ujar Maxi. Terkait UN di sekolahnya, Maxi mengatakan, peserta UN SMAN 2 Kupang merupakan yang terbanyak di NTT yakni 613 siswa. Jumlah terbagi dalam 32 ruang ujian. Dari jumlah itu, satu siswa tidak mengikuti UN hari pertama karena sakit.

 

Sesuai aturan, kata Maxi, yang bersangkutan akan mengikuti UN susulan. “Entah di SMAN 3 Kupang (Posko UN), di rumah, atau rumah sakit, kita lihat nanti,” katanya. Secara keseluruhan, lanjutnya, UN di sekolahnya berjalan lancar. Berjalan Lancar Pantauan VN di sejumlah SLTA di Kota Kupang, UN hari pertama berjalan lancar.

 

Sekolah-sekolah yang terpantau di antaranya SMKN 1 Kupang, SMAN 1 Kupang, SMAN 2 Kupang, SMAN 3 Kupang, SMAK Giovanni Kupang, dan SMK Swastisari Kupang.
Kepala SMKN 1 Kupang Mathias Beeh mengatakan, pelaksanaan UN dengan computer based test (CBT) atau Un online di sekolahnya berjalan lancar.

 

Sebagai sekolah yang melaksanakan UN secara online, Mathias merasa bangga akan hal tersebut. Untuk pelaksanaan UN CBT di SMK Negeri 1 Kupang, peserta sebanyak 407 orang dibagi dalam tiga kloter (sift) dari peserta 407 orang. “Semuanya dating dan ikut ujian. Waktu pelaksanaan UN mulai pukul 08.00 Wita dan baru selesai pada pukul 16.00 Wita. Kami hanya ujian Bahasa Indonesia saja hari ini (kemarin),” katanya.

 
Sedangkan di SMK Swastisari, peserta UN sebanyak 48 orang dan hanya satu peserta yang tidak mengikuti UN. Kepala SMK Swastisari Kupang Bonefasius Kia mengatakan,
satu dari 48 peserta tidak mengikuti UN tanpa keterangan. “Satu orang perempuan yang tidak ikut, namun namanya sudah masuk daftar. Sudah sejak semester lima dia sudah tidak masuk sekolah lagi,” kata Kia. (R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz