Minggu, 22 April 2018 | 18:17
15

Tumpukan Sampah Jalan Belimbing Ganggu Kehidupan Warga

WARGA Kelurahan Oepura dan Sikumana mengeluhkan tumpukan sampah di Jalan Belimbing, RT 16/RW 07, Kelurahan Oepura. Warga meminta petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang untuk mengangkut sampah dan menegur warga yang membuang sampah di lokasi itu.

 
Jane Bara, warga Kelurahan Sikumana, kepada VN, Selasa (7/4), di lokasi tumpukan sampah mengatakan, tumpukan sampah di lahan kosong yang merupakan tanah perbatasan antara Kelurahan Oepura dan Sikumana, dimanfaatkan warga setempat sebagai lahan tempat pembuangan sampah. Dampaknya, lingkungan tersebut menjadi kotor dan jorok.

 
Jane meminta, pihak Dinas Kebersihan untuk mengangkut sampah tersebut, karena, pihak Kelurahan Oepura dan Sikumana tidak berperan aktif untuk melarang atau membersihkan sampah tersebut.  Ia menambahkan, karena tidak adanya ketegasan pemerintah di lokasi itu, terkadang, sampah yang dibuang warga meluber hingga badan Jalan Belimbing. “Kondisi itu membuat warga sering terganggu perjalanannya,” ujarnya.

 
Dance Bani, warga Kelurahan Oepura, juga mengeluhkan sampah tersebut. Menurut Dance, oknum warga yang membuang sampah di lokasi tersebut tidak mempunyai etika bermasyarakat. “kalau punya etika pasti mengerti bagaimana menjaga lingkungan untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.

 
Ia juga mengeluhkan sikap pemerintah kelurahan yang terkesan membiarkan hal tersebut terus berlanjut, padahal sudah menuai kontra dari masyarakat.  “Kami minta pemerintah bertanggung jawab memberikan teguran keras kepada siapa saja yang membuang sampah di lokasi tersebut,” tegasnya. Ia mengatakan, jika musim hujan, air hujan akan membawa sampah-sampah tersebut ke badan jalan yang mengakibatkan kondisi badan jalan semakin kotor.

 
Yulius, warga lainnya mengatakan,  warga yang membuang sampah di lokasi tersebut adalah tipe orang malas. Karena, lokasi sampah itu sangat berserakan. “Jalan umum hanya kira-kira lima meter dari lokasi tapi mereka tetap sengaja membuang sampah di tempat tersebut.  “Seharusnya warga membuang sampah di malam hari, sehingga bisa diangkut oleh petugas kebersihan,” ujarnya.

 
Ia menambahkan, persoalan di lokasi itu, selain membuang sampah, warga juga sering membakar sampah-sampah tersebut, sehingga asap dan aroma dari pembakaran tersebut meresahkan warga yang lain.  Ia meminta pemerintah untuk menertibkan lokasi tersebut dan jika dimungkinkan, sebaiknya pemerintah membangun tempat sampah di lokasi tersebut, sehingga sampah yang dibuang warga tidak lagi meluber ke badan jalan.

 
Lurah Oepura Marthen Ludji membenarkan jika di wilayahnya masih banyak warga yang belum sadar, dan masih membuang sampah di sembarang tempat. “Kelurahan kami masig sangat kurang tenaga kebersihan, padahal Kelurahan Oepura merupakan kelurahan yang lokasinya sangat luas,” ujarnya. (mg-04/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz