Kamis, 26 April 2018 | 23:37
7

Tokoh Agama Desak Realisasi Pabrik Garam di Nagekeo

TOKOH agama di Kabupaten Nagekeo mendesak PT Cheetam yang berinvestasi untuk mengembangkan garam  Nagekeo merealisasikan proyek tersebut. Sehingga, PT Cheetam tidak menambah jumlah proyek ‘akan’ di Kabupaten Nagekeo karena masyarakat mulalui tidak percaya lagi dengan program-program pengembangan garam yang masuk ke Nagekeo.

 
Demikian intisari pendapat Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena, Pr dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nagekeo Yunus Manetima dalam diskusi dan pembekalan teknis Tim Percepatan Investasi Garam di Nagekeo yang berlangsung di aula lantai dua kantor Bupati Nagekeo, Selasa (21/4).

 
Romo Cyrilus mengatakan, program pengembangan garam di Mbay, Kabupaten Nagekeo selama ini seakan identik dengan kegagalan. Kegagalan demi kegagalan itulah yang menyebabkan masyarakat tidak percaya lagi dengan program-program pengembangan garam yang masuk ke Nagekeo.

 
Dia mengemukakan, lima tahun sudah Pemkab Nagekeo berbicara tentang garam, namun di lapangan belum ada kegiatan nyata. “Lima tahun kita hanya bicara dan bicara. Kita tidak pernah bosan bicara. Sampai kapan kita berbuat. Saya hanya mau dengar Juni Program Pengembangan Garam mulai, dan sore ini (kemarin) persoalan lahan garam di Nggolonio tuntas,” ungkapnya.

 
Cyrilus menegaskan, jika Pemerintah dan Masyarakat Nagekeo membuang kesempatan saat ini (program pengembangan garam oleh PT Cheetam), sampai mati pun
kesempatan itu tidak akan datang lagi. “Jangan menjadi proyek ‘akan’ terus. Kapan ‘akan’ terus, katanya. Dikatakan Cyrilus, bagi masyarakat bukan siapa yang mengurus garam, tetapi kata garam itu sendiri.

 

Menurutnya, kalau tidak beres, semua orang yang mengurus garam tidak akan dipercaya oleh masyarakat. a“Tidak boleh kotor urus orang banyak,” katanya. Sementara itu Yunus Manetima mengatakan, selama ini masyarakat berhati-hati menyikapi semua program yang masuk ke masyarakat terutama program garam karena banyak menebar mimpi indah, tetapi hasilnya mengecewakan. “Jangan ujung-ujung salahkan masyarakat.

 
Pemerintah, pimpinan SKPD harus berbenah diri, koreksi, dan cari tahu apa akar permasalahannya,” imbuhnya. Yunus menegaskan, dirinya akan mendukung program pengembangan garam oleh PT Cheetam selama program itu mendatangkan kemakmuran dan kemaslahatan bagi masyarakat.

 
Bupati Nagekeo Elias Djo mengatakan, 23 April ini dia bersama Bupati Kupang Ayub Titu Eki akan menemui menteri Perindustrian untuk membahas lahan garem tersebut.
Direktur PT Cheetam Artur Tanoe Jaya yang hadir pada kesempatan itu mengakui bingung untuk melakukan sosialisai.

 

“Kami mau sosialisasi ke mana karena yang mengetahui keberadaan masyarakat pemilik lahan hanya Pemkab dan Dewan. Masyarakat Nagekeo juga jangan menegatifkan investasi kami karena kami hanya berniat bagimana membangun daerah ini melalui investasi garam,” katanya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz