Minggu, 22 April 2018 | 18:33
FOTO HAL REGIONAL 090415 LEMBATA copy

TNI AL Gencarkan Pengawasan Laut

PENANGKAPAN ikan secara ilegal (illegal fishing), yang sering terjadi di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Lembata, menjadi ancaman terbesar terhadap kerusakan ekosistem laut.

 
Guna mencegah terjadinya illegal fishing serta tindakan-tidakan lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di laut, TNI AL memperketat pengawasan dengan mengoptimalkan personel di daerah kepulauan seperti Kabupaten Lembata.

 
Hal tersebut ditegaskan Komandan Lantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, kepada wartawan ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lembata, Rabu (8/4). Deny Kurniadi mengakui, setelah melakukan perjalanan selama tiga hari menyusuri perairan Atapupu, Alor, hingga Lembata, belum menemukan tindakan illegal fishing maupun tindakan ilegal lainnya, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 
“Selama tiga hari menjajaki perairan di beberapa wilayah, kami belum temukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan seperti illegal fishing. Kami juga melakukan patroli dan melakukan pemantauan di perairan perbatasan antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia,” ujarnya.

 
Meski demikian, guna memperketat pengawasan, pihaknya akan memaksimalkan personel di setiap wilayah teritorial yang berpotensi terjadinya tindakan illegal fishing.
Selain itu, kata dia, guna memperlancar patroli serta pengawasan di laut, seluruh Pos Angkatan Laut (Posal) akan dilengkapi speed boat. Sehingga, dapat digunakan para personelnya untuk membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan pengawasan di laut.

 
“Sejauh ini, di setiap Posal, masih ada kendala seperti armada kapal patroli. Tetapi, langkah alternatif yang kita ambil, dengan memberikan speed boat untuk membantu kelancaran patroli dan pengawasan di laut. Hal ini kita maksimalkan untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

 
Dia menambahkan, untuk illegal fishing, sejauh ini belum terdeteksi secara menyeluruh. Namun, penanganan secara persuasif sudah dilakukan secara intens di setiap wilayah teritorial. Selain itu, ke depan rencananya akan ada penambahan armada Marinir di wilayah timur, yang akan di pusatkan di Sorong. Sehingga, dapat mengcover wilayah-wilayah perairan di bagian timur termasuk Alor dan Lembata. (ten/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz