Jumat, 20 April 2018 | 16:54
30

Ti’i Langga dalam Operasi Simpatik

GUNA menekan angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Operasi Simpatik dilaksanakan menggunakan berbagai pendekatan kearifan lokal, sebagai bentuk sosialisasi sadar berlalulintas.

 
Pantauan VN, Sabtu (11/4) sekitar pukul 7.30 Wita, Operasi Simpatik dipimpin langsung Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat, didampingi Kasatlantas AKP Sudirman, KBO Lantas Aiptu Joni Foeh. Operasi Simpatik tersebut berlangsung sekitar 30 menit di pertigaan Tutukarlain, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, yang merupakan akses menuju kompleks perkantoran Bumi Ti’i Langga Permai, akses menuju Busalangga Kecamatan Rote Barat Laut (RBL).

 
Pengendara yang melintasi lokasi tersebut, yang tidak tertib seperti ikatan helmnya yang belum diikat betul diperbaiki, lampu motor yang tidak dinyalakan diminta untuk dinyalakan. Sejumlah siswa SMA yang melintas jalur tersebut tanpa menggunakan helm diberi sanksi dengan menghafal Pancasila serta diberi pembinaan untuk mengenakan helm saat mengendara. Selain itu, yang patuh dalam berlalulintas diberikan bunga sebagai tanda terima kasih telah tertib berlalulintas.

 
Yang menarik dalam operasi tersebut, nampak beberapa anggota polisi yang kebetulan melintasi jalur tersebut dengan ikatan helmnya belum diikat, langsung diperbaiki Kapolres.  Menurut Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat, Operasi Simpatik di wilayah Polres Rote Ndao akan dilaksanakan hingga 21 April mendatang.

 
Tujuan operasi ini, kata Hidayat, untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas. Hidayat berharap, operasi ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan menanamkan disiplin di jalan raya.

 
Kasat Lantas AKP Sudirman menjelaskan, anggota menggunakan topi Ti’i Langga dan aneka pakian adat dalam melaksanakan operasi, sebagai simbol Polres Rote Ndao menegakkan aturan lalulintas dengan mengedepankan kearifan lokal. Bukan saja dari segi aturan hukum, tetapi menggunakan pola pendekatan secara adat, agar masyarakat sadar akan pentingnya keselamatan berlalulintas. (tho/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz