Jumat, 27 April 2018 | 08:56
FOTO HAL REGIONAL SBD BINGKAI FLOBAMORA copy

Terpanggil Bina Anak-anak Sekampung

REALITA kehidupan terkadang sulit dipahami akal sehat. Hal itu dialami Nicodemus Bonat. Melihat mirisnya pendidikan di kampung halamannya, Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, membuat Nico tergerak untuk membantu siswa sekolah menengah pertama (SMP) di sana.

 
Menurutnya, anak-anak di kampungnya itu berkutat dengan keterbatasan akses teknologi informatika dan komputerisasi. Padahal, di belahan lain NKRI, terutama di perkotaan, anak seusia mereka sangat familiar dengan teknologi informatika.

 
“Ini yang membuat saya terpanggil untuk membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki, agar anak-anak itu bisa mengenal teknologi informatika,” katanya.  Alumni Fakultas Pertanian Program Studi Agronomi Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, tak pernah beerpikir menjadi guru.

 

Namun, kondisi keprihatinan yang dihadapinya itu, membuat Nico mengambil keputusan untuk mengabdikan dirinya sebagai guru mata pelajaran TIK bagi siswa SMP Negeri VI Wewewa Timur, yang berlokasi di desanya.

 
Walau hanya bermodalkan sertifikat komputer dari Lembaga Kursus Talitakumi, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nico ingin menularkan keterampilannya kepada siswa-siswi di sekolah itu, yang merupakan generasi penerus pembangunan SBD.

 
Kepada VN Nico mengisahkan, dirinya lantas menghadap kepala sekolah, menyampaikan bersedia mengabdi dan membagi sedikit ilmu yang dimiliki kepada siswa di sekolah itu. Sejak saat itulah, ia mulai mengabdi, dengan tekad menciptakan daya saing generasi muda yang ada di desanya dengan mengasuh mata pelajaran TIK yang diperoleh dari kursus yang dahulu diikuti.

 
Dia mengisahkan, awalnya sangat sulit mengajarkan TIK pada siswa yang memang sangat awam dengan hal-hal yang berbau teknologi.  “Tau sendiri kondisi di kampung, mereka masih asing sekali dengan teknologi. Jadi memang butuh kesabaran.” tuturnya.

 
Usahanya ternyata tidak sia-sia. Berkat kesabarannya, kini pembelajaran TIK bisa berhasil, dan saat para siswa sudah mampu mengoperasikan komputer dan bekerja menggunakan aplikasi MS Office, dan media player. Untuk tataran kampung, hal tersebut sudah sangat luar biasa.

 
Setelah menjalani kehidupan baru sebagai guru di desanya, ia merasa sudah menjadi apa yang diinginkan Tuhan. “Saya merasa inilah jalan yang terbaik, saya menjadi guru, saya bisa berbagi banyak hal dengan generasi muda di kampung saya. Saya Bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada saya,” akunya.

 
Nico sangat berharap apa yang sudah dibagikan kepada para siswa, dapat dijadikan motivasi agar berkembang lebih baik lagi ke depan.  “Saya hanya memberikan dasar-dasarnya saja. Tapi saya berharap itu jadi modal buat mereka bisa dapat lebih hebat dan bisa harumkan nama Kampung Tematana dan Wewewa,” ujanya. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz