Senin, 23 April 2018 | 19:44
AKAN DIPERBAIKI: Dinas Perhubungan Kota Kupang telah menganggarkan dana perbaikan Terminal Belo pada Tahun Anggaran 2016 untuk memperbaiki terminal yang rusak dan tak dimanfaatkan selama ini. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu. VN/MARIO SINA.
AKAN DIPERBAIKI: Dinas Perhubungan Kota Kupang telah menganggarkan dana perbaikan Terminal Belo pada Tahun Anggaran 2016 untuk memperbaiki terminal yang rusak dan tak dimanfaatkan selama ini. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu. VN/MARIO SINA.

Terminal Belo segera Diperbaiki

Perbaikan Terminal Belo yang telah dianggarkan Dinas Perhubungan diharapkan dapat menuntaskan persoalan terminal bayangan di Jalur 40 Sikumana dan di depan kampus lama Undana.

 

Mario Sina
KONDISI Terminal Belo yang rusak karena lama tak dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan akan segera diperbaiki. Dinas Perhubungan Kota Kupang akan mengalokasikan dana pada Tahun Anggaran 2016 untuk perbaikan terminal tersebut. Jika sudah diperbaiki, maka dipastikan kendaraan angkutan yang selama ini mangkal di terminal bayangan Jalur 40 Sikumana akan dipindahkan ke sana.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka kepada VN, kemarin.
Yogerens mengakui kondisi fisik di terminal tersebut memang agak rusak. Sehingga, pada Tahun Anggaran 2016, Dinas Perhubungan sudah mengalokasikan dana rehabilitasi Terminal Belo.
“Sekarang kita ada minta Dinas PU untuk melakukan hitung desain dan perhitungan anggarannya dan kalau sudah selesai, maka kita akan mengontrakkan kepada pihak ketiga untuk memperbaiknya. Kita akan maksimalkan untuk bisa secepatnya diselesaikan,” kata Yogerens.
Dia memastikan, jika terminal sudah diperbaiki, maka mau atau tidak mau, semua kendaraan di terminal bayangan Jalur 40 Sikumana akan diarahkan masuk ke terminal.
Diakuinya, Dinas Perhubungan sedikit kesulitan dengan kondisi fisik terminal yang rusak berat. Namun, pihaknya akan terus berupaya mengimbau kepada supir angkutan untuk tidak memarkir kendaraan pada terminal bayangan. langkah itu, kata dia, perlu dilakukan untuk mengatasi kemacetan di perempatan Jalur 40 Sikumana. Selain itu, dapat membantu warga Belo.
Berdasarkan Peraturan Wali Kota Kupang (Perwali) Nomor 02 Tahun 2016 tentang Pengenaan Sanksi dan Denda Adiministrasi bagi Pelanggar Lalulintas, saat ini sedang gencar disosialisasikan. Dalam penerapannya akan ada teguran secara lisan dan teguran secara tertulis.
Selanjutnya, memasuki bulan April, teguran akan diberikan kepada semua kendaraaan baik itu kendaraan angkutan kota maupun pick up berpenumpang yang melanggar trayek dari wilayah Kabupaten Kupang.
“Kami akan fokus pada terminal bayangan di Oesapa kemudian akan berlanjut ke terminal bayangan Jalur 40 Sikumana serta terminal bayangan lainnya yang ada di kota. Kita berharap dengan teguran tertulis dan sanksi kepada pelanggar, maka bisa memberikan efek jera,” katanya.
Ia juga menerima penilaian publik atas kinerja Dinas Perhubungan yang dinilai lemah dan kurang tegas. Hanya, katanya, publik juga harus tahu bahwa kewenangan Dinas Perhubungan terbatas. Pihaknya hanya bisa memberhentikan kendaraan di lapangan untuk melakukan pemeriksaan surat?surat kendaraan seperti izin trayek dan buku ker didampingi pihak kepolisian.
Sebagai instansi teknis, lanjutnya, sebenarnya Dinas Perhubungan tidak berdiam diri. “Ada berbagai upaya yang kami sudah lakukan hanya karena tingkat kesadaran masyarakat juga rendah terhadap aturan yang ada juga terhadap teguran yang dilakukan, sehinga permasalahan itu selalu terjadi berulang,” tegasnya.
“Publik terkesan menyudutkan Dinas Perhubungan, tetapi semestinya publik juga perlu tahu bahwa tugas Dinas Perhubungan berbeda,” katanya.
Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi sekaligus muara aktivitas transportasi darat di Pulau Timor, kata dia, menyebabkan banyak kendaraan masuk dan menyulitkan Dinas Perhubungan Kota kupang. Beban kerja dan tanggung jawab untuk mengatur arus kendaraan menjadi begitu besar.
Koordinasi, imbuhnya, juga sudah dilakukan, namun terkesan tidak didukung oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang dan Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Sehingga, benang kusut permasalah transportasi di Kota Kupang menjadi beban tanggung jawab satu pihak saja, yaitu Dinas Perhubungan Kota Kupang. “Ini kesannya mereka lain cuci tangan dan lepas kami dihakimi oleh publik,” tandas Yogerens.
Dihubungi terpisah, Ketua LPM Kelurahan Sikumana Paulus Tulle mengatakan, terkait terminal bayangan di Sikumana, Dinas Perhubungan Kota Kupang diharapkan segara mencari solusi terbaik dengan memperbaiki Terminal Belo.
Dirinya mendukung langkah Dinas Perhubungan yang akan memperbaiki dan memfungsikan Terminal Belo. Dengan begitu, persoalan terminal bayangan yang selama ini terjadi di Jalur 40 Sikumana sebagai dampak tidak berfungsinya Terminal Belo bisa teratasi.
“Jika terus dibiarkan, terminal bayangan di Jalur 40 tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga persoalan sosial lainnya, seperti kecelakaan,” kata Paulus. (H-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz