Kamis, 26 April 2018 | 23:36

Telaah Ujian Nasional

UJIAN Nasional (UN) hadir dengan ketentuan baru. Hasil UN hanyalah satu dari empat syarat kelulusan. Penentu kelulusan, misalnya bagi SLTA, adalah masing-masing sekolah. Tiga persyaratan lainnya adalah lulus ujian sekolah, menyelesaikan semua program wajib, bernilai bagus menurut penilaian sekolah dan berkarakter baik.

 
Apa di balik ketentuan baru itu? Satu di antaranya adalah kenyataan UN sebagai momok yang menakutkan. Ia jadi beban mental dan psikologis bagi pelajar. Ia tidak dipandang sebagai test ketangkasan dan kecerdasan akademik, selain jadi beban. Kini beban tersebut melunak namun melahirkan taruhan baru dan tanggung jawab besar. Apa itu? Taruhan bagi sekolah dan bagi pelajar sendiri.

 
Bagi sekolah, taruhan itu adalah pada kewajiban memenuhi empat persyaratan di atas. Caranya, masing-masing sekolah harus memastikan produk-produk akademik berkualitas. Artinya, masing-masing mengambil tanggung jawab penuh akan kualitas pendidikan yang diberikan.

 
Bagi pelajar, pelunakan ketentuan kelulusan UN oleh sekolah-sekolah harus dibarengi keseriusan dan kedisiplinan tinggi dari masing-masing pelajar. Taruhannya bukan lagi soal angka kelulusan
tetapi soal mutu diri. Ketentuan baru itu tidak membuat para pelajar bersantai ria, selain serius mengembangkan kemampuan diri.

 
Kecenderungan bisa bermasalah bahwa tidak ada sekolah yang mau menampar wajahnya sendiri dengan angka kelulusan rendah. Otoritas masingmasing sekolah bisa sarat masalah. Kemudahan bagi pelajar pun bisa jadi pedang bermata dua. Beban mental sirna namun ketidakseriusan dan sikap santai menguat. Ini hal yang harus diantisipasi. Karenanya, objektivitas dan kejujuran sekolah-sekolah harus sangat dibutuhkan.

 

Ketentuan baru yang memudahkan ini harus dibarengi dengan usaha meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Efeknya bisa sangat positif bila UN tidak lagi dilihat sebagai tujuan utama proses belajar. Tujuan utama pendidikan harus pada kualitas dan karakter pelajar. Bagi NTT, kualitas harus menjadi perombakan fundamental bagi masa depan yang baik. Mutu dan kualitas harus menjadi fokus. Wujudnya dalam penguatan SDM dan pembangunan karakter serta kepribadian oleh masing-masing sekolah dan oleh pelajar. Selamat menempuh UN!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz