Jumat, 20 April 2018 | 17:03

Tantangan Penjual Bensin Tengah Malam

GELIAT kehidupan malam Kota Kupang seakan tak pernah mati. Semakin malam semakin tinggi aktivitas. Demikian pula penyedia jasa dan aktivitas jual beli di tengah malam hingga pagi tak pernah tidur.  Penjualan bensin eceran di pinggir jalan di dalam Kota Kupang pun demikian.

 

Walau SPBU kian banyak didirikan, dan ada pula yang buka sampai pagi, namun tak pernah meredupkan bisnis bensin eceran di pinggir jalan. Ada yang hanya buka pagi sampai malam. Namun, ada pula yang berjualan sepanjang malam hingga pagi.

 
Demikian pula bisnis bensin eceran yang dilakoni Benyamin Tanopo. Pria kelahiran Molo, Soe, TTS 40 tahun silam ini pun berjuang hidup berbisnis bensin eceran. Walau dengan tangan kanannya yang buntu bekas amputasi akibat kecelakaan tahun 2000 silam, ia tetap gesit melayani pembeli.

 
Jika siang hari, banyak penjual yang buka, tentu saja banyak pilihan bagi pembeli untuk mengisi bensin di motornya. Tapi, jika malam tiba, banyak yang sudah tutup. Maka, di situlah Benyamin menjajakan bensinnya.  Berjualan di tengah malam memang ada enaknya, karena sedikit pesaing. Namun, bukan berarti tidak ada cerita tak menyenangkan.

 

Kadang kala, ada pembeli nakal yang mengibulinya. Mereka meminta tolong mengisikan bensin dan kemudian kembali ke rumah mengambil uang. Tetapi, mereka lalu menghilang tanpa bekas. Ada pula yang membeli dan meminjam botol. Botolnya tak dikembalikan. “Walau kadang ditipu, tapi saya relakan. Prinsip saya yang penting saya tulus untuk bantu mereka,” kata pria beranak satu ini.

 
Bahkan, pria yang berjualan bensin sejak 2011 ini mengakui, pernah tiga kali ditipu pembeli yang menggunakan uang palsu. Hanya beli satu botol bensin, bayar dengan uang Rp 100 ribu. Setelah si pembeli pergi, baru ia sadari, uangnya palsu. “Tapi tidak apa, yang penting saya layani dia dengan tulus,” katanya. Bagi warga Kota Kupang yang beraktivitas di malam hari tidak perlu takut kehabisan bensin di wilayah  Pasir Panjang, tepatnya di depan Suba Suka Paradise. Karena, di situ ada Benyamin, penjual bensin tengah malam.  (hiero bokilia/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz