Sabtu, 21 April 2018 | 19:38
7

Strategi Jitu sang Entrenador

STRATEGI jitu dilakukan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti saat menang 1-0 lewat gol Javier ‘Chicharito’ Hernandez ke gawang Atletico Madrid pada laga kedua perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, kemarin. Apa itu? Pelatih asal Italia itu menempatkan bek Sergio Ramos sebagai gelandang bertahan.

 
Hasilnya Ramos melepaskan 71 operan, atau lebih banyak daripada pemain mana pun di pertandingan itu. Kekalahan tersebut membuat catatan bagus Atletico atas Madrid
terhenti. Madrid pun lolos dengan agregat 1-0. Pertemuan di Santiago Bernabeu merupakan pertemuan kedelapan musim ini.

 
Dalam 7 pertemuan sebelumnya, Atletico meraih 4 kemenangan dan 3 lain- nya berkesudahan imbang. “Saya memutuskannya beberapa menit setelah Modric cedera. Ra- mos memberi saya keyakinan dan membuat tim jadi lebih tinggi. Kami tak akan terlalu menderita dalam situasi-situasi bola mati.

 

Keputusan ini cuma untuk hari ini,” jelas Ancelotti di Sport. Ini sebenarnya bukan kali pertama sang entrenador memasang Ramos sebagai gelandang. Dia pernah melakukan hal serupa pada Oktober 2013 ketika Madrid menghadapi Barcelona di Nou Camp. Akan tetapi, saat itu Madrid kalah 1-2.

 
Kemenangan Madrid kali ini membuat Ramos senang. Ia menyebut malam kemenangan itu sebagai malam yang luar biasa. Laga itu dianggap sebagai sebuah balas dendam di saat yang tepat. “Ini malam yang penuh daya magis. Ini sebuah pertandingan menghadapi lawan yang punya level tinggi sehingga membutuhkan pengorbanan besar dan pertandingan yang sangat intensif,” kata Ramos seperti dikutip situs resmi klub.

 
Ramos jadi pemain dadakan di tengah karena Luka Modric cedera. Karim Benzema, Marcelo, dan Gareth Bale juga menepi. Namun, Ancelotti meminta pemain tidak cengeng karena mereka berharga mahal. Sebelas pemain Madrid yang tampil itu minus empat cedera itu mencapai angka 418 juta euro (Rp5,8 triliun).

 

Angka tersebut jauh di atas harga total skuat Atletico saat ini (248,5 juta euro). Perbedaan harga kedua tim itu mencapai angka 170 juta euro, atau Rp2,3 triliun. Bukan hanya Ramos, Chicharito juga layak gembira. Pemain pinjaman dari Manchester United itu menjadi hero dalam duel itu.

 
Tak lama setelah gol tersebut, Chicharito tampak pincang. Akan tetapi, Ancelotti mengungkapkan tak ada luka serius. Dengan hasil itu, Madrid mengikuti jejak Juventus, Bayern Muenchen, dan Barcelona yang lolos ke semifinal Liga Champions. Pengundian akan dilakukan hari ini di Nyon, Swiss.

 
Tidak kecewa Kekalahan itu tak membuat pelatih Diego Simeone kecewa. Ia mengaku Madrid tampil lebih baik. Apalagi Atletico bermain dengan 10 pemain setelah Arda Turan diusir wasit karena akumulasi kartu kuning. Menurutnya, yang terpenting timnya sudah tampil dengan mengerahkan kemampuan terbaik.

 
“Waktu kecil, saya diajari untuk berkompetisi sebaik-baiknya. Ketika saya sudah bertarung dengan kemampuan terbaik dan tetap kalah, saya tetap pulang dengan kebanggaan,” ujar Simeone di situs resmi UEFA.

 

Bagi arsitek asal Argentina itu, satu-satunya kelemahan Atletico ialah kesulitan menghadapi tekanan Madrid di 10 menit pertama. Meski Madrid mendominasi penguasaan bola, Simeone menilai timnya bisa menutup ruang dengan baik. (R-4)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz