Minggu, 22 April 2018 | 18:07
Salah satu stasiunpengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kupang sementara melayani masyarakat yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Gambar diabadikan, Senin (15/2).
vn/nahor

SPBU Sediakan Pertalite

DALAM melayani dan memuaskan konsumen akan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) NTT menghadirkan pertalite. Dalam rencana, terdapat empat SPBU yang bakal menyediakan pertalite.

Branch Manager PT Pertamina (Persero) NTT Hardiyanto Tato mengungkapkan hal itu kepada VN di Kupang, Senin (15/2). Hardiyanto mengatakan tanggapan masyarakat NTT selaku konsumen akan kebutuhan BBM sangat baik, seperti pertamax dan pertamina dex. Ternyata sebagian besar masyarakat menggunakan pertamax dan pertamina dex selain premium (bensin) dan solar.

“Geliat masyarakat dalam gunakan BBM produk terbaru seperti pertamina dex sangat bagus, sehingga kita mau kembangkan lagi pertalite. Di Flores, pertalite sudah digunakan, tinggal wilayah Timor dan Sumba,” ucapnya.

Khusus daratan Timor, kata dia, bakal diprioritaskan dan akan disediakan empat SPBU untuk melayani konsumen yang mau menggunakan pertalite.
“Pada April ini, kita akan luncurkan pertalite. Akan ada empat SPBU di Kota Kupang yang sediakan pertalite.

Nanti Sabu Raijua dan Rote Ndao menyusul sesudah pertalite diluncurkan di Kota Kupang. Sedangkan, Pulau Sumba masih dalam rencana,” sebutnya.

Sales Executive Pertamina NTT Triasa Ramadhani mengungkapkan penyediaan berbagai jenis BBM di NTT bertujuan agar masyarakat lebih memilih bahan bakar yang berkualitas sehingga kendaraan tetap awet dan bertenaga.

“Maumere, Sikka menjadi daerah pertama di NTT yang mengunakan atau menyalurkan bahan bakar merek pertalite. Pertalite ini merupakan bahan bakar yang cukup berkualitas dan irit dari premium karena memiliki zat aditif yang membersihkan mesin dari kotoran,” jelasnya.

Semakin tinggi angka oktan, kata dia, maka semakin berkualitas produknya, seperti permium memiliki angka oktan 88, pertalite memiliki oktan 90, pertamax yang memiliki oktan 92, dan pertamax plus memiliki oktan 95, serta pertamax racing yang memiliki oktan sempurna, yakni 100.

Sementara itu, anjloknya harga minyak dunia membuat PT Shell Indonesia (Shell) dan PT Total Indonesie EP (Total) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lalu bagaimana dengan Pertamina?

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, perusahaan pelat merah belum melakukan perubahan harga untuk BBM non-subsidinya. “Belum ada perubahan harga (BBM) hari ini,” kata Wianda dalam pesan singkatnya, Jakarta, Senin (15/2).

Padahal berdasarkan pantauan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Joglo dan di Casablanca Senin, 15 Februari 2016, Shell menurunkan harganya sekitar Rp 100 per liter sampai Rp 150 per liter untuk tiga jenis harga BBM-nya.

Harga BBM jenis Super mengalami penurunan Rp 100 per liter dari Rp 8.250 per liter menjadi Rp 8.150 per liter. BBM jenis V-Power turun Rp 150 per liter dari Rp 9.250 per liter menjadi Rp 9.100 per liter. Lalu untuk Diesel mengalami penurunan Rp 100 per liter dari Rp 8.900 per liter menjadi Rp 8.800.

Sedangkan untuk BBM di SPBU Total yakni, Performance 92 mengalami penurunan Rp 100 per liter dari Rp 8.350 per liter menjadi Rp 8.250 per liter. Lalu Performance 95 mengalami penurunan Rp 200 per liter Rp 9.350 per liter menjadi Rp 9.150 per liter. Performance Diesel mengalami penurunan Rp 200 per liter dari Rp 9.450 per liter menjadi Rp 9.250 per liter.

(mi/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz