Jumat, 20 April 2018 | 17:01
20

Smart Tourism

KADIS Parekraf baru NTT hadir dengan terobosan baru; memasukkan Semana Santa, ditambah Pawai Paskah, jadi paket wisata religius internasional. Ide bagus, namun perlu dikemas secara pandai dan kreatif. Pandai menduniakannya, juga kreatif mengemasnya. Ujungnya, memikat wisatawan berkunjung. Dampaknya harus berimbas pada income bagi daerah dan masyarakat lokal.

 

NTT punya segalanya. Semana Santa hanya satu di antara wisata religius atau budaya. Alam pun memberikan sederetan paket wisata yang memukau. Soalnya tetap sama yakni kemasan cerdas dan kreatif. Apa itu? Singapura boleh kita comot sebagai pembanding. Negara kecil minim wisata budaya, apalagi wisata terberikan oleh alam.

 
Kehebatannya terletak pada kemasan cerdas. Ia merekayasa kota mini itu hingga memiliki sederetan daftar destinasi pariwisata buatan. Kota kecil namun sarat lokasi wisata. Pantainya yang pendek dikemas kian menarik. Memperbanyak lokasi-lokasi atraksi. Transportasi dibenah secara baik. Promosinya total. Alhasil, ekonomi baik kecil maupun besar didongkrak.

 
Bagi NTT, pembenahan hal-hal mendasar sangat perlu. Ide bagus Kadis Parekraf mesti berujung pada pendongkrakan ekonomi. Dalam konteks Semana Santa, dampak ekonomi masuk via kreativitas memperkuat usaha home stay, hotel, cinderamata, tour travel, kuliner, dan lain sebagainya. Semuanya harus menjadi satu paket pembenahan.

 
Bagai lingkaran yang tak terputus, beberapa hal tersebut mesti didesain menjadi satu. Desain itulah yang kita pakai sebagai bahan promosi baik dalam bentuk buku, booklet, map pariwisata atau bentuk lainnya. Semuanya mudah ditemukan mulai dari bandara, hotel-hotel, travel agent, pertokoan atau di mana pun.

 

Bila hal ini dilakukan secara serius maka pariwisata tidak lagi menjadi pembicaraan yang menjemukan. Karena itu, menurunnya jumlah wisatawan dalam prosesi Semana Santa kali ini menjadi bahan pelajaran serius sembari berusaha menemukan titik lemahnya. Kelemahan itu terletak pada empat faktor. Faktor kemasan, promosi, sarana prasarana dan SDM. Kiranya ide brilian Kadis Parekraf baru itu segera diwujudkan. Smart tourism lahir dari paduan empat faktor tersebut.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz