Minggu, 22 April 2018 | 18:14
FOTO HAL 15A 200415 copy

SMAK Regina Pacis Diharapkan Hasilkan Generasi Berbakat

SMAK Regina Pacis Bajawa di Kabupaten Ngada yang menjadi satu-satunya SLTA di Pulau Flores yang memiliki laboratorium (lab) seni budaya, musik, dan film. SMAK Regina Pacis merupakan satu di antara 21 sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas lengkap dengan studio rekaman, stage pertunjukan dengan kapasitas 89 tempat duduk, dan alat musik.

 
Laboratorium tersebut diharapkan menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbakat. Kehadiran lab itu juga diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi sekolah demi mewujudkan manusia mandiri yang memiliki multikecerdasan dan beriman.

 
Hal itu disampaikan Kepala SMAK Regina Pacis Rinu Romanus pada acara launching laboratorium tersebut, Sabtu (18/4). “Tidak semua siswa tertarik dengan mata pelajaran
Fisika atau Kimia. Mungkin dari mereka ada yang gemar bernyanyi, menari, dan bermain film. Untuk itu, biarkan mereka menentukan pilihan agar terhindar dari kenakalan remaja, seperti tawuran, ugal-ugalan, terlibat narkoba, pergaulan bebas, dan minuman keras,” kata Romanus.

 
Dia menyebutkan, fasilitas yang ada belum lengkap betul sesuai kebutuhan, sehingga perlu dikembangkan terus. Namun, untuk mengembangkan potensi apresiasi musik dan seni secara mendasar, laborotorium tersebut sudah dapat dikatakan memadai.

 
Laboratorium itu diharapkan dapat memberi manfaat sebagai media untuk menggali dan mengembangkan potensi-potensi siswa di bidang seni. Laboratorium tersebut juga sebagai wadah untuk mengeksprsikan bakat dan kemampuan siswa di bidang seni, tempat mementaskan seni budaya tradisional dan modern.

 

Selain itu juga dapat dimanfaatkan oleh para pelajar dari sekolah-sekolah terdekat mulai dari SD hingga SMA dan masyarakat sekitar untuk pentas seni budaya daerah dan nasional, serta pertunjukan film. Romanus menambahkan, laboratorium tersebut merupakan hibah berdasarkan pengajuan proposal ke Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilm melalui Kepala Subdit Literasi dan Apresiasi Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Mei tahun lalu.

 
Laboratoriun itu dibangun dengan dana Rp 900 juta, terdiri dari dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 700 juta dan komite sekolah Rp 200 juta. Pusat Pelestarian Budaya Bupati Ngada Marianus Sae dalam sambutannya meminta sekolah menyiapkan pribadi yang cerdas dan menjadi pusat pengembangan dan pelestarian
budaya, serta menanamkan keterampilan.

 

Dengan fasilitas yang dimiliki, SMAK Regina Pacis diharapkan peran dalam bidang kesenian mendapat porsi lebih besar dan menjadi saluran untuk mengembangkan minat
dan bakat siswa. Marianus juga berharap, laboratorium itu menjadi pusat pengembangan seni dan budaya lokal, sehingga nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari.

 

“SMA Regina Pacis juga harus menjadi laboratorium pendidikan bagi lembaga pendidikan lain, menjadi contoh dan tempat pembelajaran bagi lembaga pendidikan lain. Juga menjadi sekolah berkualitas, kreatif, inovatif, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang dan pengelola pendidikan lainnya,” tegas Marianus. (mg-02/R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz