Sabtu, 21 April 2018 | 19:31
29

Silpa TA 2014 Capai Rp 242 Miliar

SELISIH lebih perhitungan anggaran (Silpa) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Tahun Anggaran (TA) 2014, mencapai Rp 242 miliar, atau meningkat Rp 96 miliar lebih dari tahun sebelumnya Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp 146 miliar lebih.

 
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS Alex Kase kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/4) mengatakan, dana Silpa yang meningkat fantastis merupakan bukti Pemkab TTS sangat lemah dalam merealisasikan program dan kegiatan yang direncanakan sendiri.

 
“Meningkatnya Silpa mencapai ratusan miliar, merupakan bukti serapan  anggaran di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sangat lemah,” katanya. Kase menambahkan, apabila daya serap anggaran tiap SKPD maksimal, pasti Silpa nol. Tapi, karena dari tiap SKPD tidak kreatif menggunakan anggaran, sehingga akhirnya menimbulkan Silpa menumpuk. “Kesalahannya ada pada tiap SKPD,” katanya.

 
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi serapan anggaran pembangunan di SKPD tidak maksimal, karena kebanyakan SKPD tidak memiliki pimpinan definitif. Pejabat SKPD kebanyakan pelaksana tugas (Plt) saja, sehingga untuk mengambil kebijakan dibatasi. “Di TTS terdapat 17 SKPD yang dipimpin Plt, jadi memang harus diakui mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

 
Menurut politisi Partai Golkar itu, ia menyesal Silpa yang sangat fantastis tersebut, karena jika dana itu terserap baik pasti sangat membantu pembangunan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Ia juga mengusulkan agar ke depan Silpa sebaiknya digunakan untuk membuka lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran dan meminimalisir warga TTS berangkat mencari kerja ke luar negeri. Selain itu, Silpa dimasukkan sebagai penyertaan modal di Bank NTT, agar menjadi aset daerah, dan setiap tahunnya bisa diambil bunganya.

 
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten TTS Jean Neonufa mengatakan, Bupati segera mengisi 17 jabatan pimpinan SKPD dan staf ahli yang lowong, sehingga dapat memacu penyerapan anggaran di SKPD. Sekretaris Daerah Kabupaten TTS Salmun Tabun dikonfirmasi mengatakan, jika dicermati, tingginya Silpa akibat penyerapan yang tidak maksimal pada dana alokasi khusus (DAK), yang petunjuk teknis pelaksanaan, sering terlambat.

 
Ia menambahkan, hal tersebut akan dikoordinasikan dengan pimpinan SKPD, sehingga di tahun berikutnya penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan.  “Kami siap menggenjot penyerapan anggran, sehingga dapat menekan angka Silpa yang tinggi,” ujarnya. (lys/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz