Minggu, 22 April 2018 | 18:17
4

Sesama Pedagang tak Boleh Iri Hati

PARA pedagang yang berjualan di Pusat Kuliner Oebobo, Jalan Polisi Militer (POM), belakang kantor Gubernur NTT, diharapkan saling mendukung untuk memajukan usaha. Jangan saling iri hati jika melihat tenda pedagang sebelah lebih ramai dari tenda sendiri.

 
“Harap berjualan dengan baik, jangan saling iri hati, tapi harus saling dukung. Dalam satu keluarga besar, jadi sama-sama menjaga agar bisa jalan dengan baik,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean saat melaunching Pusat Kuliner Oebobo, Kamis (23/4) sore kemarin.

 
Menurutnya, jika melihat tenda sebelah lebih ramai dikunjungi, maka harus berupaya mencari tahu, apa rahasianya hingga jualannya ramai dikunjungi. Jika di tenda sebelah masakannya lebih asin, supaya dibuat sama asin biar tak pindah ke tenda lain. Jadi, harus pelajari keberhasilan yang dicapai tenda sebelah sampai menarik pengunjung begitu banyak.

 
Keberadaan Pusat Kuliner Oebobo, kata Salean, bertujuan memberikan tempat berjualan yang nyaman kepada pedagang yang selama ini selalu dikejar-kejar petugas Satpol PP. Dikatakannya, dengan diresmikannya Pusat Kuliner Oebobo, Pemkot berupaya menyiapkan tempat berjualan yang layak agar tak lagi dikejar-kejar petugas Satpol PP.

 

Karena itu, Pemkot mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan agar ada satu tempat yang seragam agar bisa berjualan dengan tenang dan pendapatan lebih baik. Untuk itu, setelah mendapatkan bantuan 100 tenda, ia meminta izin Gubernur untuk menggunakan lahan di belakang kantor Gubernur.

 
Sebagai ibu kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus memiliki Pusat Kuliner yang lebih baik. Karena, di Kampung Solor campur aduk.  Sehingga, ia berharap agar di Pusat Kuliner Oebobo diatur secara baik. “Jangan dicampur ikan bakar dengan nasi goreng. Nanti jadi persoalan kalau bakar asap terbang ke mana-mana,” kata Salean.

 
Ia juga meminta kepada 28 pedagang yang sudah mendaftar tapi tidak ada khabar agar kalau tidak dialihkan kepada pedagang yang lain. Tenda, lanjutnya, diberi gratis dan tak dibayar. Sehingga, sangat rugi kalau tidak ditempati. “Memang minggu-minggu awal agak sepi, tapi ke depan akan ramai. Sehingga untuk meramaikan akan gelar live musik untuk tarik minat. Nanti acara pesta rakyat ulang tahun Kota Kupang dilaksanakan di sini,” katanya disambut tepuk tangan para pedagang.

 
Ia juga mengharapkan para pedagang menjaga keamanan, terutama keluarga di Oebobo di bawah kendali lurah. Penataan parkir harus diatur dengan baik. Paguyuban harus lakukan itu termasuk penerangan listrik. Gunakan genset dan ada kewajiban pedagang tiap bulan. Kebersihan juga harus dijaga. Tempat sampah di tiap tenda harus ada agar tidak buang ke selokan apalagi merupakan lokasi perkantoran.

 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Mesakh Bailaen dalam laporannya mengatakan, pembentukan Pusat Kuliner Oebobo bertujuan mewujudkan usaha perdagangan kecil informal yang bersih, aman, nyaman, rapi, dan menarik. Mewujudkan fasilitas usaha perdagangan kecil informal yang representatif. Selain itu, menumbuhkembangkan usaha perdagangan sebagai potensi pariwisata. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz