Jumat, 27 April 2018 | 08:36
6

Seret Bupati Mella

BUPATI TTS Paulus Victor Rolland Mella yang akrab dengan panggilan Paul Mella, harus dimasukkan dalam dakwaan Yeni Oematan sebagai orang yang turut melakukan tindakan korupsi penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah itu tahun 2009-2010. Hal itu terbukti dengan memo yang dikeluarkan Bupati Mella untuk memberikan bantuan kepada Marthinus Bien, seorang anggota polisi yang hendak mengikuti pendidikan di Sukabumi.

 
Demikian isi permintaan tim penasihat hukum (PH) terdakwa, Melkianus Ndaomanu, Fredrik Djaha, Liven E Rafael, dan Rizet Benyamin Rafael dalam eksepsi mereka yang dibacakan di hadapan majelis hakim, Ida Bagus Dwiyantara, Jult Lumban M Gaol, dan Anshori Syaifudin dan JPU dari Kejari Soe, Gery Gultom dalam sidang yang digelar di pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (28/4).

 
Dakwaan tak Cermat Liven yang membacakan eksepsi tersebut menyebutkan bahwa dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap. Sebab dalam dakwaannya JPU menyatakan bahwa bantuan untuk Marthinus diberikan berdasarkan memo dari Wakil Bupat saat itu Benny A Litelnony. Padahal, dalam kenyataannya memo tersebut dikeluarkan oleh Bupati Mella.

 
Selain itu, dakwaan JPU juga salah ketika mengatakan bahwa Marthinus Tafui dan Yeni telah memotong bantuan kepada Yakob Babis sebanyak Rp 12,5 juta yang diberikan pada tanggal 3 Desember 2010. Sebab dalam kenyataannya, Marthinus Tafui menjabat sebagai PPTK Bansos TTS sampai tanggal 19 Oktober saja. Marthinus kemudian diganti oleh Tonce Sakan.

 
Dengan kesalahan seperti itu, berdasarkan pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP, dakwaan JPU dapat dikualifikasi sebagai dakwaan yang tidak memenuhi syarat. Sehingga harus dibatalkan demi hukum. Liven yang ditemui setelah persidangan mengungkapkan, pernyataan eksepsi mereka dimaksudkan agar tidak ada tebang pilih dalam proses hukum kasus ini. “Kalau Yeni dan Marthinus dinyatakan melakukan korupsi secara bersama-sama, maka semua yang terlibat di dalamnya, termasuk Bupati Mella dan Tonce Sakan pun harus masuk dalam dakwaan,”  ungkap Liven.

 
Sebelumnya, Bendahara Pembantu pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Zakeos Sura ketika menjadi saksi dalam kasus itu mengakui, selain memo atau disposisi pengeluaran dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Mantan Wakil Bupati (Wabup) TTS Benny A Litelnoni, memo juga pernah dikeluarkan oleh Bupati Mella.

 

Namun, Sura tidak merincikan berapa banyak memo dari Bupati Paul Mella.  “Selain Wabup, ada juga memo Bupati,” jawab Sura singkat. Sedangkan jumlah memo yang dikeluarkan Bupati Mella, Sura tidak mengetahui atau lupa. (R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz