Sabtu, 21 April 2018 | 19:19
FOTO HAL REGIONAL 140415 BELU (2) copy

Sekolah Harus Transparan Tetapkan Kelulusan

NILAI ujian nasional (UN) yang saat ini tidak lagi menjadi penentu utama kelulusan peserta didik, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu angkat bicara. Penetapan kelulusan tahun ini dikembalikan ke sekolah masing-masing dan ini bisa saja membuat sekolah tidak transparan dalam menentukan kelulusan.

 
“Kami minta pihak sekolah supaya transparan dalam tetapkan kelulusan anak didik. Kalau memang layak, ya diluluskan. Kalau memang belum layak untuk lulus, biar yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk belajar sekali lagi,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Petrus Bere, didampingi Asisten Ekonomi dan pembangunan Setda Belu Marselinus Mau Meta saat memantau pelaksanaan UN hari pertama di SMAN 1 Atambua, Senin (13/4).

 
Bere mengemukakan, gengsi institusi satuan pendidikan (sekolah) harus ditempatkan pada posisi yang tepat dengan tetap menjaga kualitas pendidikan. Jangan sampai hanya mengejar nama baik (gengsi) institusi pendidikan, lantas mendongkrak nilai anak didik walau memang belum pantas untuk lulus.

 
Karenanya, Bere menukaskan agar penilaian dan penentuan kelulusan yang dilakukan oleh para dewan guru harus benar-benar transparan dan akuntabel, sehingga bisa menciptakan anak didik yang berkualitas.

 
“Kita harap melalui ujian nasional ini dapat hasilkan siswa-siswi yang berkualitas untuk masa depan bangsa dan negara ini walaupun untuk tahun ini penentuan kelulusan siswa dikembalikan kepada masing-masing sekolah,” ucapnya.

 
Kepala SMAK Suria Atambua Romo Benyamin Bria Seran Pr mengungkapkan, sekiranya persiapan yang sudah dilakukan satu tahun belakangan ini terhadap para anak didik, dapat memudahkan mereka dalam mengerjakan soal-soal ujian.

 
“Kita sudah siapkan anak didik selama satu tahun terakhir dalam hadapi ujian nasional. Bahkan, sejak masuk kelas satu, kita sudah siapkan sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk gagal. Mereka pasti kerjakan soal-soal dengan baik,” ucapnya.

 
Kepala SMAN 1 Atambua Angelikus Seran mengatakan, semoga dengan persiapan yang matang selama ini, para siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan kelulusan pun tetap dipertahankan.

 
“Memang penentuan kelulusan tahun ini dikembalikan ke sekolah, tapi kita akan selektif. Kalau memang belum layak lulus, biar ulang tahun depan. Kan nilai UN tidak pengaruhi kelulusan juga, hanya dipakai untuk lanjutkan studi di perguruan tinggi. Jadi, tidak otomatis semua anak didik harus lulus,” tegasnya.

 
Sementara itu, Astry Martins, salah seorang siswi kelas 3 SMAN 1 Atambua mengungkapkan, rasa syukurnya karena berhasil mengisi soal-soal ujian dengan baik lantaran apa yang dipelajari dan diberikan dari para guru melalui latihan dan try out, hampir sama dengan soal-soal ujian nasional.

 
“Saya yakin lulus semua mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama. Apa yang saya dapat muncul dalam soal-soal UN,” tuturnya. Pantauan VN di beberapa sekolah, pelaksanaan hari pertama UN SMA dan SMK di Kabupaten Belu, Senin (13/4), berjalan dengan aman dan lancar.  Sesuai dengan hasil pantauan di beberapa sekolah pada Senin (13/4) hampir semua lembaga pendidikan menengah di sekitar Kota Atambua, melaksanakan ujian dengan baik. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz