Kamis, 26 April 2018 | 23:35
25

Satgas Jadi Mata dan Telinga BNN

KEPALA BNN Kota Kupang Martha Salendang meminta pelajar SMAN 1 Kupang yang menjadi anggota Satgas Antinarkoba di sekolah itu memanfaatkan materi yang diperoleh dengan baik. Dia juga meminta para guru memotivasi para anggota Satgas untuk menjadi mata dan telinga bagi BNN Kota Kupang.

 
Hal itu dikatakan Martha Salendang ketika menutup kegiatan Pelatihan Penanggulangan  Narkoba bagi Anggota Satgas Antinarkoba di Lingkungan SMAN 1 Kupang, Senin (20/4). “Saya apresiasi SMAN 1 Kupang yang kasih kesempatan untuk bentuk Satgas. SMAN 1 ini siswanya banyak, banyak pelajar SMP juga yang tamat mau masuk ke sini. Karena itu, saya juga harap guru-guru motivasi anak-anak untuk jadi mata dan telinga bagi BNN,” ujarnya.

 
Martha juga meminta anggota Satgas dan para siswa menjaga pergaulan dan tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kupang Rato Marianus mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan itu demi membentengi para siswa agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba.

 
“Setelah pelatihan BNN datang lagi untuk bentuk Satgas, sehingga anak-anak tahu tugasnya sebagai kader dan Satgas Antinarkoba,” tukasnya. Sebelumnya , dalam pemaparan materinya, Ribka Setyoningsih dari BKKBN NTT menyatakan, Satgas adalah perpanjangan tangan BNN. Untuk itu, perlu dibekali pengetahuan tentang narkoba, napsa, HIV dan AIDS, serta seks bebas.

 
“Kalian dipercaya jadi kader narkoba, selain kuasai pengetahuan juga keterampilan untuk melakukan pendekatan, dan menjadi konsultan di sekolah,” katanya. Sebagai konselor sebaya di sekolah, tambah Ribka, anggota Satgas Antinarkoba harus mampu melakukan observasi. dan memberikan respons positif kepada setiap siswa yang ingin berkonsultasi.

 
Sementara Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Kupang Thony Teelshow meminta anggota Satgas membentengi diri dahulu sebelum menjaga orang lain dan menjaga lingkungan sekolah.

 

Salah satu anggota Satgas Antinarkoba SMAN 1 Kupang Intan Maharani Puspita Dewi mengatakan, semua materi yang diperoleh dalam pelatihan akan disampaikan kepada teman-temannya. “Intinya saya siap jadi konselor sebaya,” kata Intan. (tyo/R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz