Kamis, 26 April 2018 | 23:36
27

Rumah Pandai Dibangun di Oelbinose

SETELAH turut memberdayakan eks pengungsi Timor-Timur di kamp pengungsian Tuapukan, Kabupaten Kupang, serta para pengungsi erupsi gunung Rokatenda, di Pulau Palue, Kabupaten  Sikka, Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia mendirikan Rumah Pandai di Dusun Oelbinose, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

 
Pantauan VN, Sabtu (11/4) sekitar pukul 13.30 Wita, warga telah berkumpul di Dusun Oelbinose untuk menyambut founder dan rombongan Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia dengan tarian Gong dan Likurai yang difasilitasi mantan Dandim 1618/TTU Eusebio Hornai Rebelo.

 
Founder Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia Kanaya Tabitha mengatakan, Rumah Pandai didirikan untuk menolong para pengungsi dan masyarakat kecil dengan memberikan pemberdayaan dan pendidikan karakter cinta Tanah Air. Selain itu, Rumah Pandai pun didirikan untuk mendorong ekonomi kreatif rumah tangga ,agar meningkatkan pendapatan keluarga.

 
Menurut Kanaya, Rumah Pandai memberdayakan pengungsi erupsi gunung Sinabung, sementara di NTT, yayasan tersebut memberdayakan eks pengungsi Timor-Timur, pengungsi erupsi gunung Rokatenda di Palue-Sikka dan masyarakat yang ada di daerah perbatasan.

 
“Dengan mendirikan Rumah Pandai, kami ingin memberikan apa yang kami miliki kepada pengungsi dan masyarakat di wilayah perbatasan yang berada jauh dari jangkauan pengetahuan dan pemberdayaan. Kami akan mengajari ibu-ibu membuat tepung, budidaya lele, budidaya kelinci, membuat biogas, membuka sentra tenun ikat dan lain-lain, sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

 
Kanaya menambahkan, dalam kurun waktu sebulan, pihaknya akan mendata kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang ada di Oelbinose. Data yang ada akan dijadikan dasar untuk menentukan program-program yang akan diberdayakan. Ia berharap, kehadiran Rumah Pandai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang mendiami daerah perbatasan RI-RDTL, di Oelbinose ini.
“Kami berharap, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya sehingga program-program pemberdayaan yang diterapkan dapat bermanfaat,” tutupnya.

 
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tasinifu Yoseph Kapitan mengatakan, pihaknya sangat gembira dengan kehadiran Rumah Pintar yang akan dibangun di Desa mereka. Masyarakat yang ada di Dusun Oelbinose Desa Tasinifu yang berbatasan langsung dengan wilayah RDTL sangat membutuhkan program-program pemberdayaan agar bisa memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada.

 
“Kami sangat senang dengan rencana pendirian Rumah Pintar di desa kami. Kami harap rencana ini dapat segera terwujud sehingga memberikan manfaat positif kepada kami yang ada di wilayah perbatasan,” tegasnya. (gus/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz