Minggu, 22 April 2018 | 18:30
10

Rp 4,5 M untuk Benahi Pantai Lasiana

DINAS Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT dalam tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 4,5 miliar lebih untuk membenahi objek wisata Pantai Lasiana. Dengan pembenahan ini, diharapkan ikon pariwisata di Kota Kupang ini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi di daerah ini.

 
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marius Ardu Jelamu kepada VN di ruang kerja, Rabu (15/4), terkait sejumlah agenda pembangunan pariwisata yang dilaksanakannya sebagai pimpinan baru di instansi itu.

 
Menurutnya, selama ini, Pantai Lasiana masih dikelola sebatas tempat rekreasi untuk orang datang bersenang-senang sebentar, lalu pulang. Konsep ini harus diubah dengan menjadikan Lasiana menjadi pusat pertumbuhan baru yang berdampak terhadap kemajuan ekonomi di daerah ini.

 
“Kita harapkan, selain daerah, masyarakat Kota Kupang, para pengunjung, dan tentu masyarakat di sekitarnya mendapat keuntungan secara ekonomis dari aktivitas di Pantai Lasiana,” kata Marius. Mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTT ini menambahkan, dengan pembenahan-pembenahan ini, diharapkan aktivitas ekonomi di Pantai Lasiana berjalan 24 jam.

 

Dengan begitu, semua orang yang berkunjung dan menginap di Kota Kupang, bisa berkunjung setiap saat, termasuk pada malam hari ke Pantai Lasiana. “Mimpi saya, Lasiana dikelola seperti Ancol di Jakarta. Taman wisata yang hidup dari pagi sampai pagi. Setiap saat orang bisa berkunjung ke tempat itu. Ekonomi terus berputar dan transaksi terjadi setiap saat,” ujarnya.

 
Marius mengatakan, pembenahan Pantai Lasiana dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas-fasilitas yang bersifat mendesak. Untuk pembenahan secara total, dibutuhkan dana yang cukup besar, sehingga itu dilakukan melalui program jangka panjang.

 
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekraf NTT Thomas Helan mengemukakan, fasilitas yang akan dibangun di Pantai Lasiana tahun ini antara lain gapura, pos jaga, ruang terbuka (aula), restoran, lopo, dan arena bermain.

 
Pada tahun ini juga, lanjutnya, dengan anggaran tersebut akan dibangun talut (tembok penahan) dan jaringan air besar. Sementara usulan pembangunan kolam renang, spa, dan karaoke dipending. “Dari fasilitas yang diadakan ini, maka konsep pengelolaan Pantai Lasiana bersifat ekonomis, edukatif, dan rekreatif,” kata Helan.

 
Selain kegiatan fisik, beberapa kegiatan nonfisik yang dilaksanakan Dinas Parekraf NTT pada tahun ini yakni lomba mancing di Tamblolong, surving di Rote, tracking di Nefokou, dan lomba karya ciptaan karakter memperebutkan total Rp 60 juta. Sebelumnya, pelaku pariwisata Paul Talo meminta pembenahan sejumlah fasilitas di tempat-tempat wisata untuk mendatangkan wisatawan ke NTT dan Kota kUpang. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz