Kamis, 26 April 2018 | 23:31
Marc Marquez terjatuh dalam duel Moto GP seri ke-17 di Sirkuit Sepang-Malaysia, Minggu (25_10)
Istimewa

Rossi Kemungkinan Boikot Valencia

VALENTINO Rossi mengakui dirinya masih ragu-ragu apakah akan berpartisipasi di seri penentuan MotoGP di Valencia dua pekan lagi, menyusul bentrokan dirinya dengan Marc Marquez di Sepang.

Rossi akan dipaksa melakukan start paling belakang di Valencia sebagai hukuman karena sengaja membuat Marquez melebar di putaran ketujuh, bersenggolan dengan pembalap Spanyol itu dan membuatnya jatuh.

Marah dengan hukuman itu, Rossi mengindikasikan akan memboikot balapan di Valencia sebagai aksi protes. “Mungkin saya tidak ikut start (di Valencia), saya perlu memikirkan dulu,” kata Rossi.

“Penalti ini tidak adil karena saya tidak bermaksud membuatnya jatuh. Saya ulangi, saya minta maaf karena dia jatuh, karena saya cuma ingin membuat dia jengkel.”

Rossi mendapat tiga poin penalti, dan ditambah satu poin penalti karena dinilai menghalangi Jorge di kualifikasi Grand Prix San Marino, maka hukumannya adalah start paling belakang.

“Selama ini saya adalah pembalap yang fair; poin penalti pertama yang saya dapat di Misano adalah kesalahan kecil di kualifikasi, dan saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari Lorenzo (yang tetap di pole position meskipun melapor dihalangi oleh Rossi).”

Pecundang Buruk
Rossi mengaku mendapat penegasan dari manager pembalap Honda, Emilio Alzamora, bahwa Marquez menyerangnya sebagai balas dendam atas insiden di Argentina dan Belanda di mana mereka berdua juga berbenturan.

Dengan kata lain, Marquez lebih memilih Lorenzo sebagai juara dunia seperti yang dituduhkan Rossi Kamis pekan lalu. “Seperti saya bilang di hari Kamis, ini semua disebabkan oleh kejadian di antara kami di Argentina dan Assen,” kata Rossi.

“Saya mendapat konfirmasi dari Alzamora; dia bilang ke saya bahwa menurut Marc saya membuatnya kehilangan peluang juara dunia. Jadi dia ini benar-benar pecundang yang buruk,” kata Rossi.

Tuai Simpati
Sementara itu, para pembalap dan mantan pembalap motor dunia ikut bersuara di media sosial. Menariknya, banyak dari mereka yang bersimpati kepada Rossi, meskipun dia dinyatakan bersalah sengaja mengakibatkan tabrakan itu sehingga Marquez jatuh.

“Marc melanggar aturan tak tertulis, yaitu selalu menghormati mereka yang sedang bertarung merebut gelar juara dunia ketika Anda sudah tak berpeluang. Vale jadi marah dan meladeninya sampai akhir,” tulis mantan pembalap MotoGP Michael Laverty di akun Twitter.

Veteran MotoGP Colin Edwards mengatakan: “Dalam pendapat saya, MM bertarung untuk harga diri, bukan untuk kejuaraan. Vale jadi muak dengan balapan jarak dekat MM.”

Ben Spies, mantan juara dunia Superbike dan pernah beberapa musim menjadi rekan setim Jorge Lorenzo di MotoGP, punya komentar mirip dalam ungkapan Betawi “lu jual gua beli.”

“Ini akan menarik. @marcmarquez93 memang minta itu di sepanjang balapan, dan @ValeYellow46 dengan sengaja memberikannya, jadi kedua pembalap bersalah,” kata Spies.

Pembalap veteran Australia Josh Brookes yang pernah berkiprah di World Superbike dan sekarang memimpin kejuaraan Superbike Inggris, juga lebih bersimpati pada Rossi.

“MM membalap seperti seorang **** untuk memblokir jalan VR. VR beberapa kali menatapnya sebagai peringatan & MM tidak mau terima. Anda mencoba mengejar dari sisi luar dan bertemu. Itulah yang terjadi,” kata Brookes. (mi/bsc/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz