Jumat, 27 April 2018 | 08:49
18

Relokasi Pasar Ngada sudah Disetujui DPRD

RELOKASI Pasar Inpres Bajawa ke Pasar Bobou sudah melalui kajian mendalam dan sesuai dengan analisis lapangan serta sudah disetujui oleh DPRD Ngada. Dengan demikian relokasi pasar tersebut bukan kehendak Bupati Ngada Marianus Sae dan wakilnya Paulus Soliwoa sendiri.

 
Hal itu dikatakan Bupati Marianus Sae ketika memantau aktivitas sekitar 170-an pedagang yang masih menempati Pasar Bobou, Senin (30/3).  Menurutnya, kebijakan relokasi pedagang ke Pasar Bobou merupakan kebijakan yang tepat. Bahkan, kebijakan itu direkomendasikan oleh anggota DPRD Ngada setelah ada kajian dan analisis lapangan secara komprehensif.

 
Harus diketahui, kata Marianus, kebijakan relokasi pedagang ke Pasar Bobou sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus untuk mengamankan keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah terdahulu. Karena itu, keputusan ini juga sebagai bentuk menjaga kewibawaan pemeriantah. Itu sebabnya, relokasi pedagang bukan keputusan dirinya, tetapi merupakan  keputusan politik dari dua pemerintahan sebelumnya.

 
“Ini sebetulnya program lama yang ditindaklanjuti berdasarkan keputusan DPRD. Kalau DPRD merasa bahwa keputusan ini tidak relevan lagi, maka silakan Dewan ambil sikap dan keputusan baru. Kami siap perintah untuk kembalikan. Jadi, saya hanya meneruskan keputusan pemerintah sebelumnya yang telah disetujui lembaga dewan. Tanpa itu, saya juga tidak bisa mengambil keputusan menurut kehendak saya sendiri,” tegasnya.

 
Terkait penolakan relokasi yang dilakukan oleh sekitar 20 orang pedagang yang melakukan aksi Marianus mengaku, tetap berupaya memberi perhatian kepada lebih dari 200 pedagang di Bobou. “Pemerintah tidak akan berdiam diri. Sebaliknya, akan terus berupaya, sehingga relokasi pedagang ke Pasar Bobou tetap memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” jelasnya.

 
Dia juga bersedia menerima kritikan dari masyarakat jika ada kebijakan pemerintah yang perlu diperbaiki. Namun, semua kritikan itu mesti disampaikan melalui mekanisme yang baik dan tidak bertentangan dengan regulasi.

 
Pantauan VN di Pasar Bobou, Bupati Masianus didampingi Wakilnya Paulus Soliwoa mengunjungi para pedagang di Pasar Bobou, dan membagi beras  masing-masing 15 kg kepada 170 pedagang yang tetap berjualan di Pasar Bobou. Sekitar 170 pedagang masih berjualan seperti biasa di pasar baru tersebut. Sedangkan 20 pedagang lainnya sejak dua pekan terakhir terus melancarkan aksi protes di lokasi Pasar Inpres Bajawa yang saat ini sedang dipersiapkan untuk dialihfungsikan.

 
Sebelumnya, sekitar 30 orang pedagang sayur dan buah di Pasar Inpres Ngada mendatangi kantor DPRD Ngada, Jumat (27/3). Mereka menyampaikan keluhan kepada DPRD terkait relokasi pedagang dari Pasar Inpres Bajawa ke Pasar Bobou yang berdampak pada penurunan penghasilan mereka.

 
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian, dan UMKM Moi Nitu Anastasia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada tetap merelokasi para pedagang ke Pasar Bobou. “Lokasi Pasar Inpres Bajawa akan difungsikan sementara menjadi tempat perkantoran yakni kantor satuan Pol PP, Dinas Perhubungan, dan Kantor Panwaslu sambil menunggu perencanaan Pemkab Ngada ke depan,” tegasnya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz