Jumat, 20 April 2018 | 16:58
HAL 01 JOKOWI-TNI SATU 170415 copy

Rekening Prajurit TNI lebih Gendut di Awal Mei

MERESPONS rencana strategis TNI dalam hal peningkatan kesejahteraan prajurit, Presiden Joko Widodo mengabulkan usulan kenaikan remunerasi prajurit TNI. Realisasinya bakal dilakukan mulai Mei 2015.

 
“Jadi, kenaikan tunjangan kinerja menjadi kurang lebih 56 persen sampai 60 persen akan diterima saudara-saudara pada awal bulan yang akan datang,” ungkap Jokowi, saat berpidato di hadapan prajurit TNI dalam acara HUT Korps Pasukan Khusus ke-63, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4).

 
Ia mengaku telah mengoordinasikan kenaikan tunjangan itu bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, pada pagi harinya.

 
Menurut dia, peningkatan kesejahteraan tentara itu bukanlah hal mustahil, meskipun ada tantangan ekonomi lewat faktor eksternal yang belum stabil. “Saya meyakini bahwa ekonomi kita akan bisa tumbuh dengan baik,” aku Jokowi.

 
Kuncinya, kata dia, stabilitas keamanan dan politik dalam negeri. Dengan pengawalan TNI, beragam aksi kejahatan seperti pencurian ikan, pembalakan liar, bisa dicegah. Perekonomian dalam negeri pun perlahan bisa terkatrol. Pada akhirnya, kesejahteraan itu bisa dipakai untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) dan menggaji dengan lebih baik.

 
“Saya yakin, stabilitas keamanan dan politik dalam negeri tumbuh, ekonomi kita akan tumbuh. Tentu saja anggaran TNI bisa berlipat, baik alutsista dan kesejahteraan seluruh prajurit bisa kita tingkatkan sebaik-baiknya,” jelas dia.

 
Presiden juga menekankan semangat persatuan prajurit dalam meraih semua itu dengan mengutip nasihat Jenderal Soedirman. “Beliau mengatakan, jangan kamu berbuat sapu meninggalkan ikatannya. Sebatang lidi tidak akan berarti apa-apa, tetapi dalam ikatan lidi akan menyapu segala-galanya,” kata mantan Walikota Solo itu.

 
Pada akhir tahun lalu, Panglima TNI Moeldoko mengungkapkan, pihaknya telah memberikan rencanan strategis (renstra) TNI kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Dalam rencananya, kesejahteraan prajurit dirancang mengalami peningkatan lewat penaikan remunerasi dari semula 37 persen menjadi lebih dari 50 persen. Salain itu, tentara pun merekomendasikan peningkatan standar alutsista.

 
Sementara itu, dua insiden signifikan mengiringi penyematan baret dan baju seragam yang menjadi penanda pengangkatan Joko Widodo, Presien RI, sebagai warga kehormatan Pasukan Khusus (Kopassus) TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4). Satunya tentang kebakaran, lainnya soal prajurit jatuh.

 
Di hari ulang tahun Kopassus ke-63 itu, Jokowi berdiri di atas podium tengah di Lapangan Merah, Plaza TNI, Cilangkap. Jenderal Moeldoko, Panglima TNI, berdiri agak di belakangnya. Pada saat yang sama, sebanyak 30 penerjun dari pasukan khusus tiga matra, yakni Kopassus TNI AD, Korps Marinir TNI AL, dan Pasukan Khas NI AU, tengah meluncur turun dari pesawat dengan corak parasut yang berwarna sesuai dengan baret korpsnya. (mi/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz