Minggu, 22 April 2018 | 18:22
1

Rayuan Bansos Jelang Pilkada

ABRAHAM Lincoln (1809-1865), Presiden ke 16 AS, pernah berujar; jika mau menguji karakter seseorang\ berilah dia kekuasaan. Ibarat pisau, kekuasaan rentan disalahgunakan. Ia bisa menjadi pisau bedah bagi dokter dan pisau dapur bagi pemasak. Namun ia bisa pula menjadi pisau pembunuh di tangan perampok. Ukurannya siapa yang memegang.

 
Demikian pun kekuasaan rawan dibelotkan. Manfaat kekuasaan jelang pilkada Desember mendatang mirip dengan pisau itu. Tabiat penyelewengan umumnya ada di tangan dia yang tengah menggenggam kekuasaan.

 

Incumbent yang maju pilkada jadi sasaran bidikan kita. Kekuasaan yang dipegangnya mudah jatuh ke dalam godaan. Karena tidak merelakan kekuasaan sirna dari genggaman, maka segala cara dan alat dipakai.

 

Cara itu ada pada uang, alat untukmembujuk dan merayu pemilih. Uang negara, katakanlah Dana Hibah, Dana Bansos dan bantuan sejenisnya, diklaim jadi harta pribadi berkedok sumbangan atau paket sosial.

 

Cara sempurna tatkala rakyat pemilih cukup buta membaca cara-cara kurang sedap tersebut. Temuan Kemendagri sebetulnya tidak mengejutkan. Hasil supervisi APBD mendapati bila belanja dana hibah dan Bansos dalam APBD setiap daerah meningkat. Motifnya diduga kuat berkaitan dengan hasrat kekuasaan para incumbent yang ikut kembali dalam perhelatan pilkada mendatang.

 

Kemendagri seakan ketinggalan berita tatkala hal ini bukan hal baru. Cara curang itu telah menua dan terus terjadi dalam setiap momentum pemilu baik pilpres, pileg maupun
pilkada. Manfaat dan peruntukan negara membelot ke kepentingan pribadi. Rakyat pun dikibuli suka-suka tanpa rasa berdosa.

 

Para pemeluk kekuasaan pun makin tidak peduli integritas diri. Ambisi merebut kursi dan memperpanjang kekuasaan adalah segalanya. Karenanya, aliran dana-dana itu harus dalam pengawasan ketat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Awasi untuk apa uang itu diperuntukkan. Awasi di tangan siapa uang itu berada. Awasi kemana uang itu mengalir.
Penyelewengan yang telah membudaya harus diakhiri.

 
Biarkan pilkada mendatang sungguh-sungguh bersih. Kita mendorong agar badan-badan negara yang berwenang memeriksa penggunaan dana tersebut bekerja serius. Pastikan dana-dana itu tepat guna, tepat sasaran, tepat peruntukan dan bersih dari klaim-klaim pemilikan individu. Mari mengawasi!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz