Jumat, 20 April 2018 | 16:56
23

Ratusan Hektare Padi Puso Petani Runut Terancam

LEBIH dari dua ratus hektare tanaman padi di Desa Runut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka mengalami puso akibat curah hujan yang tidak menentu serta panas yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Petani di desa yang terdiri dari 449 kepala keluar (KK) itu terancam gagal panen gagal panen.

 
Demikian disampaikan Camat Waigete Germanus Goleng kepada VN di ruang kerjanya, Selasa (14/4), terkait dampak curah hujan yang tidak menentu di wilayah itu.  “Ada 449 kepala keluarga yang kita sudah data petani yang akan mengalami gagal panen karena tanaman padi milik petani mengalami puso. Saya bersama kepala desa bersama Kapolsek dan Danramil sudah melakukan pemantauan langsung. Saat ini saya sedang membuat laporan karena dikhawatirkan masyarakat tersebut akan mengalami kelaparan,” kata Goleng.

 
Goleng menyampaikan, dari hasil pantauan dalam kunjungannya berhasil didata kerusakan tanaman padi milik warga di Desa Watudiran. Dari data yang berhasil diperoleh dari hasil kunjungan itu, sebanyak 352 KK petani yang tanamannya mengalami kerusakan berat, 61 KK kerusakan sedang, dan 38 KK mengalami kerusakan ringan. “Masing-masing KK memiliki lahan pertanian mulai dari seperempat hektare sampai satu hektare. Jadi kalau kita kalikan 449 KK dikali setengah hektar saja sudah mencapai ratusan hektar lahan petani yang gagal panen,” kata Goleng.

 
Hal senada disampaikan Yanuarius Raga Himung penjabat Kepala Desa setempat. Ia mengatakan bahwa tanaman padi milik warga, setelah ditanam, curah hujan tidak menentu, sehingga padi yang siap untuk berbulir menjadi kering dan tidak bisa mengeluarkan bulirnya.

 
Bagi warga yang mengalami puso, lanjut Raga, saat ini mereka bertahan hidup dengan ubi-ubian dan pisang karena tanaman padi dan jagung gagal total untuk dipanen. Ia berharap, setelah ada laporan dari pemerintah desa dan kecematan, Pemkab Sikka segera mengambil langkah untuk mengatasi kekurangan pangan.

 
Terpisah, anggota DPRD Sikka Agato meminta pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka segera mengambil langkah untuk mengatasi kerawanan pangan di wilayah Desa Watudiran. “Ini harus segera diatasi oleh pemerintah karena rawan pangan tidak saja berdampak pada keurangan pangan, tetapi akan berbuntut pada berbagai masalah lain seperti meningkatnya angka gisi buruk dan masalah lainnya,” kata Agato. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz