Jumat, 27 April 2018 | 08:46
emateri Sistem Kesehatan Daerah Prof Ascobat Gani memaparkan materi dalam kegiatan penyelarasan perumusan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) di aula Hotel Sumba Sejahtera, Tambolaka
vn/veky nati

Ranperda Siskesda Diselaraskan

Victory-News-SBD,AUSTRALIAN Indonesian Partnership for Health System Strengthening (AIPHSS) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) melakukan penyelarasan perumusan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda).

Ranperda inisiatif DPRD Kabupaten SBD itu dibahas dalam lokakarya dan seminar penyelarasan yang digelar di Hotel Sumba Sejahtera, Rabu (28/10), dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) SBD Antonius Umbu Zaza, dan diikuti para kepala Puskesmas, SKPD lintas sektor, AusAid, dan pengelola Rumah Sakit di SBD dan Sumba Barat.

Rumusan Ranperda yang dibahas itu selanjutnya akan ditetapkan DPRD sebagai Perda Siskesda Kabupaten SBD.

Kepada VN, penyaji materi Sistem Kesehatan Daerah Prof Ascobat Gani mengatakan, Ranperda tentang Siskesda yang dirumuskan perlu dan harus mengakomodir seluruh elemen baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. Serta, harus bisa mengangkat local spesific atau warna daerah dalam pendekatan implementasi pelaksanaan Siskesda di Kabupaten SBD.

Masih menurut Prof Gani, dalam pelayanan kesehatan perlu disesuaikan dengan tujuh subsistem utama, yang meliputi tata kelola, SDM, obat atau alat kesehatan, penelitian pengembangan kesehatan, peran serta masyarakat, pembiayaan kesehatan, dan upaya kesehatan.

“Implementasi pelaksanaan Siskesda perlu memperhatikan kondisi wilayah yang spesifik, karena dalam memberdayakan masyarakat perlu mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat setempat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk konteks SBD pemerintah daerah perlu mengalokasikan subsidi yang besar untuk pembiayaan Siskesda bagi warga miskin. Selain itu, secara administratif juga pemerintah harus mempermudah pengurusan dokumen kependudukan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

“Selama ini Dinkes sangat kuratif dan hanya berpikir dokter, perawat, dan bidan. Tetapi tenaga promkes dan preventif tidak dipikirkan. Ini harus mendapat perhatian untuk penyiapan,” ujarnya.

Hironimus Fernandes, technical Assistant AIPHSS mengatakan, penyusunan Ranperda tersebut dilakukan berdasarkan pada asesment yang telah dilakukan pada beberapa waktu sebelumnya.

Dikatakannya, pemerintah harus bisa mempersiapkan Siskesda dalam bentuk dukungan dana untuk pembiayaan, SDM tenaga kesehatan, dan dukungan masyarakat dalam implementasinya untuk mencapai masyarakat mandiri dalam kesehatan.

Camat Kodi Balaghar Paulus Hagu Tenge mengatakan, sarana pendukung kesehatan, penyediaan obat-obatan di Puskesmas perlu ditingkatkan untuk mendukung Siskesda. (mg-11/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz