Jumat, 20 April 2018 | 17:05
Sekretaris YPLP PGRI NTT Darmanto Kisse (baju hijau) foto besama kuasa hukum YPLP PT PGRI Pusat dan YPLP PGRI NTT usai sidang di PTUN Jakarta,
Istimewa

PTUN Menangkan Gugatan YPLP PT PGRI Pusat

Victory-News, PENGADILAN Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan semua gugatan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Pusat terkait sengketa Surat Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM (kemenkum HAM) yang mensahkan keabsahan YPLP PGRI NTT versi Sulaiman Radja.

Dengan keluarnya putusan tersebut, maka YPLP PGRI NTT yang diketuai oleh Sulaiman Radja, tidak sah atau tidak diakui lagi.
Selain itu, Majelis Hakim juga mewajibkan Dirjen AHU dan Sulaiman Radja untuk mencabut kembali surat yang disengketakan perihal YPLP PT PGRI NTT tentang diterima dan didaftarkan dalam daftar yayasan.

Demikian penegasan Sekretaris YPLP PGRI NTT Darmanto F Kisse kepada wartawan di kampus Univesitas PGRI NTT, Jumat (30/10). Darmanto didampingi Rektor Universitas PGRI NTT David Selan, dan Pembantu Rektor III Uly Riwu Kaho.

Darmanto menjelaskan, putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Nur Akti SH didampingi hakim anggota Subur dan Febru Wartati dalam sidang di Ruang Kartika PTUN Jakarta, Kamis (29/10) lalu.

Dengan putusan tersebut, kata Darmanto, ia meminta kepada pihak-pihak yang selama ini mengatasnamakan YPLP PGRI NTT, untuk menghentikan segala aktivitasnya. Terutama dalam kaitan dengan Universitas PGRI NTT. Sebab, masa bakti Sulaiman Radja juga sudah berakhir dan telah ada pengurus YPLP PGRI NTT yang baru.

Pihaknya juga meminta kepada Ditjen Dikti untuk segera membuka kembali pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Universitas PGRI NTT. “Jadi kami tekankan, untuk menghentikan segala bentuk aktivitas mengatasnamakan YPLP PGRI NTT.

Bagi seluruh mahasiswa, kami minta untuk kembali beraktivitas seperti biasa, ikuti semua prosedur dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Kuasa Hukum YPLP PT PGRI Pusat Achmad Wahyudi menjelaskan, putusan PTUN menyatakan bahwa surat Dirjen AHU tidak sah, sehingga majelis hakim memerintahkan agar dicabut. Dengan putusan itu, keabsahan yang diperoleh Sulaiman Radja dinyatakan tidak berlaku. “Tidak berlaku karena SK itu prosesnya tidak sah dan batal demi hukum dan diperintahkan untuk dicabut,” katanya.

Dengan keluarnya putusan itu, maka Sulaiman tidak boleh lagi beraktivitas atas nama YPLP PGRI NTT. Pihaknya segera menyampaikan putusan itu ke Ditjen Dikti. Sebab, sebelumnya Ditjen Dikti menyatakan, pembukaan PDPT Universitas PGRI NTT menunggu proses hukum.

Tak Perlu Ragu
Rektor Universitas PGRI NTT David Selan menjelaskan, sengketa tersebut berawal ketika Sulaiman Radja tanpa sepengetahuan PB PGRI dan YPLP PT PGRI membuat akta notaris atas namanya dan melalui kuasa hukumnya mendaftarkan ke Ditjen AHU Kementerian Hukum dan HAM.

Berdasarkan surat itu, Ditjen AHU mencatat yayasan Sulaiman Radja sebagai YPLP PT PGRI NTT dan dibawa ke Ditjen Dikti yang berdampak pada pemblokiran PDPT Universitas PGRI NTT. Surat itulah yang kemudian digugat oleh YPLP PT PGRI Pusat dan dikabulkan seluruhnya oleh PTUN Jakarta.

Dengan keluarnya putusan itu, dia berharap agar diterima pihak Sulaiman Radja serta menghentikan aktivitas atas nama PGRI yang dapat meresahkan mahasiswa, orangtua mahasiswa, dan masyarakat.

PR III Uly Riwu Kaho juga meminta para mahasiswa untuk tidak perlu ragu lagi, sebaliknya menyelesaikan segala kewajiban dan beraktivitas kembali seperti biasa karena putusan PTUN ini sudah memperjelas semua persoalan selama ini.

Sementara itu, Sulaiman Radja yang dikonfirmasi semalam, belum bersedia memberikan komentar. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena mulai masuk matahari hari ini (Jumat), sampai masuk matahari besok (Sabtu), saya harus berhenti dari segala pekerjaan sesuai dengan firman Tuhan Kejadian 2:1-3, Keluarga 20:8-11, Yehelkiel 20:19-20, Lukas 4:16, dan Ibrani 4:7-11. Bukan saya tidak mau memberikan keterangan,” tulis Radja dalam pesan singkatnya. (tyo/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz