Minggu, 22 April 2018 | 18:30
75

Proyek Jalan Dikerjakan asal Jadi

PELAKSANAAN paket pekerjaan jalan di Lando Noa, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat dikerjakan asal jadi, bahkan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek). Sebab, pekerjaan jalan yang menelan Rp 4 miliar lebih APBD Kabupaten Mabar Tahun Anggaran 2014 itu, sudah mengalami kerusakan parah. Bahkan, satu buah deker di Pumpungan Loha jebol.

 
Selain ruas jalan Lando Noa, jalan Hita Bari, Kecamatan Macang Pacar, dengan pagu dana Rp 1 miliar lebih juga sudah mengalami kerusakan pada beberapa segmen, akibat aspalnya terkikir.
Pantauan VN, hampir seluruh ruas jalan Lando Noa yang baru dikerjakan itu, sudah rusak parah. Kendaraan yang melintasi jalan tersebut, tampak hati-hati, sebagian besar aspal sudah terkelupas.

 
Sedangkan, di Jalan Noa Bari, beberapa titik jalan yang baru dikerjakan sudah hancur, bekas aspalnya pun sudah tidak tampak lagi. Beberapa kendaraan kayu yang melintasi jalan baru tersebut terpaksa menggunakan dedak agar bisa melintas. Beberapa kendaraan roda dua yang melintas, berjalan pelan.

 
Paulus Nen, salah satu warga yang melintasi jalan Lando Noa mengaku, jalan yang baru dikerjakan itu sudah rusak sekitar bulan Januari lalu. Sedangkan deker di Pumpungan Loha sudah dua kali jebol. Jimi Ketua, Kepala Seksi Bidang Jalan Dinas PU Mabar, selaku PPK proyek Jalan Lando Noa mengaku pekerjaan tersebut sudah dilakukan PHO pada bulan Oktober lalu.

 

Saat ini jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. “Yang kerjakan adalah CV Sinar Lembor Indah. Ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi, namun selama ini kerusakannya cukup parah, sehingga Pemkab Mabar mengalokasikan anggaran untuk memperbaikinya. ”Memang jalan itu kewenangan Provinsi, tetapi kerusakaanya cukup parah, maka Pemkab segera perbaiki,” kata Jimi.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Mabar Agustinus M Mangiraja mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang dikerjakan pada tahun 2014. Kerusakan paket jalan Hita Bari akibat cuaca dan kondisi alam yang sering longsor di areal tersebut. “Bukan rusak, hanya tanahnya yang turun akibat hujan. Kita sudah perintahkan agar segera diperbaiki, karena masih dalam
masa pemeliharaan,” kata dia.

 
Anggota DPRD Mabar Marsel Jeramun meminta aparat penegak hukum segera menelusuri proyek tersebut. Sebab, alasan hujan dan tanah turun sangat tidak masuk akal. “Sangat disayangkan, belum beberapa bulan sudah rusak. Kuat dugaan ada spekulasi dalam melaksanakan proyek jalan itu. Selain itu, kurang pengawasan dari Dinas PU, dan kemungkinan juga, tidak melalui perencaan yang matang,” katanya. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz