Sabtu, 21 April 2018 | 19:16
Pengerjaan drainase di Jalan Tom Pello, Kelurahan Oebobo, menyebabkan jalur transportasi lumpuh total.
vn/marthen kilok

Proyek Drainase Lumpuhkan Akses Transportasi

Victory-News, AKSES trasnportasi di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang dilintasi trayek angkutan kota lampu enam, beberapa bulan belakangan ini menjadi lumpuh total. Penyebabnya karena pekerjaan proyek drainase di ruas jalan tersebut yang hingga kini tak kunjung tuntas.

Lambannya pengerjaan proyek tersebut, selain melumpuhkan akses transportasi di lintasan jalur angkutan umum lampu enam, juga
menyulitkan akses para tukang ojek di wilayah setempat.

Hal itu dikatakan Luis Wula, tukang ojek di Gualordes, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo kepada VN di pangkalan ojek, Jumad (30/10).

Ia mengakui, proyek pembangunan drainases pada ruas jalan yang terletak di depan SPN Kupang itu sudah dikerjakan sejak bulan Maret lalu. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut belum tuntas dikerjakan. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses strategis yang kerab kali dilintasi para pengendara roda dua maupun roda empat.

Di sisi lain, katanya, angkutan umum lampu enam yang memiliki izin trayek pada ruas jalan tersebut, tidak dapat beroperasi secara normal melayani masyarakat. Sebab, ruas jalan tersebut sudah diblokade untuk kelancaran pengerjaan proyek tersebut.

“Proyek ini dikerjakan dari bulan Maret lalu, tetapi sampai sekarang belum selesai di kerjakan. Bemo-bemo lampu enam, sekarang tidak bisa lewat di jalur ini. Jalan ini sudah ditutup beberapa bulan yang lalu sampai sekarang untuk pengerjaan proyek ini,” katanya.

Pengendara roda empat maupun roda dua yang melintasi jalur tersebut, lanjutnya, terpaksa melintas di jalan alternatif Gualordes. Sebagai tukang ojek, ia dan teman-temanya tukang ojek juga tidak bisa lewat mengantar penumpang. Sehingga, ia juga terpaksa mencari jalan-jalan tikus untuk mengantar penumpang ke tempat tujuan, walaupun harus memutar begitu jauh.

Wula mendesak, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang segera mendesak kontraktor pelaksana untuk mempercepat penuntasan pekerjaan proyek drainase tersebut. Sehingga, pengerjaan proyek tidak mengganggu aktivitas arus lalulintas pada ruas jalan tersebut. Selain itu, aktivitas para tukang ojek yang beroperasi di wilayah setempat, bisa berangsur normal.

Anggota DPRD Kota Kupang Yuvensius Tukung mengaku prihatin dengan pengerjaan proyek tersebut yang terbilang lambat. Hal ini menggambarkan bahwa belum profesionalnya cara kerja kontraktor pelaksana. Sehingga, proyek yang sudah dikerjakan sejak bulan Maret, belum dapat dituntaskan. Padahal, pengerjaan drainase tidak dibangun secara menyeluruh pada ruas jalan tersebut. Namun, hanya dibangun pada segmen-segmen tertentu yang terlihat rusak.

“Kita berharap ada upaya percepatan dalam pengerjaannya. Sebab, keadaan ini turut berpengaruh pada lumpuhnya perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Menurut Yuven, jalur jalan tersebut merupakan jalur aktivitas perekonomian. Ada sejumlah ruko, rumah makan, serta usaha mikro dan lainnya yang juga terkena imbas penutupan jalan tersebut.

Ketika jalurnya ditutup atau dialihkan, maka berimbas pada penghentian aktivitas perekonomian. “Tidak mungkin orang bisa akses ke situ dan masyarakat yang memiliki usaha jadi rugi. Selain itu, angkutan umum yang melewati jalur tersebut bisa tekor. Sebenarnya hal ini tidak boleh terjadi. Saya berharap kontraktor bersangkutan jangan lamban dalam pengerjaan,” tandas anggota Fraksi Nasdem ini. (ten/H-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz