Jumat, 27 April 2018 | 08:59
04

Proyek Asal Jadi

PROYEK, demikian arti idealnya, adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (jalan, jembatan, dan sebagainya) dan dengan penyelesaian yang tegas. Tegas karena tepat guna, bermutu bagus, sesuai ketentuan dan bisa dipertanggungjawabkan secara baik pula. Sialnya, bicara proyek makin lama makin berkonotasi negatif.

 

Semata kejar untung, kerja asal cepat selesai dan cepat pula rusak. Sama halnya dengan proyek jalan raya pemerintah selalu dianggap bermutu rendah, kerja asal jadi, cepat selesai namun cepat pula rusak. Membuktikannya cukup dengan mengamati kondisi jalan-jalan provinsi yang didanai APBD NTT. Sorotan kali ini datang dari Sikka. Proyek jalan provinsi Napungmali- Mudajebak (TA 2014) dinilai asal jadi.

 

Jalan garapan PT Talenta Jaya Rentalindo itu jauh di bawah mutu. Ketebalan aspal, hotmix dan drainase tidak memenuhi standar. Cepat selesai namun cepat pula hancur. Problemnya mesti pada
pengawasan. Mengawasi pemenang tender dan Dinas PU sendiri. Bahan penilaian selalu sama; pemenang proyek berorientasi keuntungan.

 

Cara kerjanya pun tetap sama; cepat selesai berarti cepat dapat untung. Mengikuti ketentuan berarti untung pas-pasan. Karenanya, bahan yang dipakai sedapat mungkin berharga dan bermutu rendah hingga keuntungan meninggi. Ini bukan hal baru, tetapi sudah menjadi rahasia umum.

 

Dengan demikian, para pemenang tender cenderung menghindari ketentuan di atas kertas guna mendapat keuntungan besar. Caranya sederhana; harga, mutu dan jumlah bahan di atas kertas jauh lebih besar ketimbang di lapangan. Jadi, keuntungan bersumber dari perbedaan itu. Cara kerja seperti ini terus dan terus terjadi.
Karenanya, tidak salah bila proyek-proyek pemerintah selalu dalam sorotan negatif. Kualitas rendah seakan menjadi kekhasannya, dan orientasi keuntungan adalah ciri umumnya. Alhasil, bicara proyek pemerintah terkesan seperti proyek pemerasan terhadap negara.

 

Pemenang proyek untung, negara (uang rakyat) menanggung bebannya. Yang harus dibenahi adalah etos kerja. Taat pada ketentuan, pengawasan ketat dan membersihkan sistem-sistem main mata dan kesepakatan-kesepakatan di bawah meja. Proyek pemerintah hanya akan berkonotasi positif bila mengikuti etos kerja tersebut.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz