Kamis, 26 April 2018 | 23:25
HAL REGIONAL 200415 ALOR copy

Propam Polda Periksa Korban Penganiayaan

PROPAM Polda NTT menerjunkan tim ke Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor untuk memeriksa korban dugaan penganiayan yang dilakukan Kapolres Alor AKBP I Made Sugawa bersama sejumlah anggotanya terhadap, Bastian Peni (24). Selain memeriksa korban, tim Propam Polda juga memeriksa dua saksi Yohanis Goma dan Musa Hinglir.

 
Pemeriksaan berlangsung di Hotel Pelangi Indah Kalabahi, 19-20 April. Tim Propam Polda juga akan memeriksa sejumlah anggota Polres Alor yang diduga ikut menganiaya korban. Penganiayaan ini berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP) maupun di markas Polres Alor.

 
Tim Propam Polda NTT dipimpin Iptu Moris A Illu didampingi Djafar. Saat memeriksa korban maupun saksi, tim Propam juga didampingi anggota Propam Polres Alor.
Korban penganiayaan Bastian Peni (25) yang dihubungi VN di kediamannya di RT 8/RW 4, Desa Lendola, Kecamatan Teluk Mutiara, Minggu (19/4) membenarkan kalau ia sudah diperiksa Propam Polda NTT.

 

Anggota Propam Polda NTT juga memeriksa dua saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) Yohanis Goma dan Musa Hinglir. Bastian mengatakan, ia diperiksa terkait dengan peristiwa penganiayaan, termasuk mengklarifikasi pernyataan dan laporan Kapolres Alor saat diperiksa Propam Polda NTT.  Dikatakannya, sesuai informasi dari tim Propam, Kapolres Alor sudah diperiksa Propam Polda NTT.

 
Ia menuturkan, awal April lalu, Kapolres Alor bersama sejumlah anggotanya mendatangi kediamananya untuk bersilaturahmi sekaligus meminta agar dilakukan perdamaian, namun ditolak pihak keluarga.

Tetap Proses Ketua Ombudsman NTT Darius Beda Daton yang dihubungi VN kemarin petang mengatakan, tetap mengawal proses hukum kasus tersebut di Polda NTT.
Menurutnya, Ombudsman telah menerima pengaduan dari pihak korban di Kalabahi.

 
Dia mengatakan, terkait masalah itu, Kapolres Alor telah diperiksa Propam Polda NTT di Kupang, sehingga pihaknya tetap mengawal perkembangan proses hukumnya.
“Oh ya Kapolres Alor telah diperiksa Propam Polda NTT tiga hari lalu. Kita tunggu perkembangannya. Ia tentu, kita kawal terus hingga apa putusan akhir Propam Polda,” tegas Beda Daton.

 
Dia mengatakan, jika dalam perkembangannya Kapolres Alor dan anggota terbukti terlibat, maka wajib diberi sanksi disiplin. Apabila terbukti menganiaya maka harus diproses pidananya.

 
Kapolres Alor AKBP I Made Sugawa yang dihubungi tadi malam via telepon seluler, belum merespon pesan singkat VN terkait kehadiran tim Propam Polda NTT di Alor. (pol/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz