Kamis, 26 April 2018 | 23:25
12

Produk Sukiran Ditarik dari Peredaran

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang akhirnya mengambil langkah tegas. Setelah memerintahkan menutup dan mencabut izin usaha pusat produksi Oleh-oleh Sukiran santoso, kini Pemkot memerintahkan untuk menarik semua produk oleh-oleh khas NTT itu dari pasaran. Penarikan mulai dilaksanakan hari ini, Rabu (29/4) oleh Tim Terpadu. Keputusan penarikan semua produk Oleh-oleh Sukiran Santoto seperti se’i daging, abon ikan dan emping jagung itu, diambil dalam rapat di ruang Sekot Kupang, Selasa (28/4).

 

Rapat tertutup itu dipimpin Asisten II Djama Mila Meha dihadiri unsur terkait, di antaranya, Kadis Kesehatan Ari Wijana Putra, staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Nus Noce Loa, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ruth Laiskodat, kasatpol PP Thomas Dagang, Badan Ketahanan Pangan, Camat Maulafa Korinus Tuan, dan Lurah Sikumana.

 
Pantauan VN, rapat digelar sejak pukul 13.00 Wita dan berakhir pukul 15.25 Wita.  Djama Mila Meha usai rapat tersebut, mengatakan, rapat memutuskan untuk menarik semua produk Oleh-oleh Sukiran Santoso. Penarikan dilakukan oleh Tim Terpadu yang melibatkan Disperindag, BPOM, dan Satpol PP. “Besok (hari ini) Tim Terpadu rapat dulu sebelum turun lakukan penarikan,” jelasnya.

 
Ditanya jenis produk apa saja dan di tempat mana saja akan ditarik, Mila Meha mengatakan, data itu ada pada Disperindag dan BPOM. Kedua instansi tersebut telah mengidentifikasi jenis produk dan tempat-tempat penjualannya. “Semua produk Sukiran ditarik. Yang ada cap Sukiran ditarik, takutnya ada yang konsumsi dan menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.

 
Terkait adanya desakan agar pengusaha Samuel Santoso tak lagi diizinkan berusaha di Kota Kupang, Mila Meha mengatakan, jika nanti yang bersangkutan berubah dan mau berusaha secara baik, maka akan dipertimbangkan. “Tinggal setelah diberikan izin, maka ditingkatkan pengawasan mulai dari tempat usaha, proses produksi, bahan baku, dan hasil produksi,” katanya.

 
Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe meminta Pemkot tak lagi memberikan izin usaha kepada Samuel Santoso untuk kembali membuka usaha serupa di Kota Kupang. Izin usahanya saat ini harus dicabut dan dibekukan.

 
Oleh-oleh Sukiran, lanjutnya, sudah banyak dikonsumsi masyarakat, tidak saja di NTT, tetapi juga masyarakat di luar NTT. “Kejadian ini sangat mencoreng nama NTT dan Kota Kupang khususnya sehingga pemerintah tidak boleh lagi berkompromi. (D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz