Kamis, 26 April 2018 | 23:27
20141004114626954

Polri Prioritaskan Putra Daerah

PUTRA daerah menjadi prioritas utama jadi anggota Polri, baik melalui jalur Akpol, Bintara, dan Tantama, tahun 2015, dengan kuota 99 persennya adalah masyarakat NTT.
Demikian penegasan Kapolda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya pada Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Nota Kesepakatan dalam rangka penerimaan anggota Polri terpadu (Akpol, Brigadir dan Tamtama) Polri TA 2015, Kamis (16/4), di aula Rupatama Lantai III Mapolda NTT, Kamis (16/4).

 
Komitmen Kapolda NTT ini disambut baik Mabes Polri dengan diterbitkannya aturan domisili bagi peserta seleksi, yaitu untuk Akpol domisili satu tahun, Brigadir dan Tamtama domisili 2 tahun.

 
Kapolda juga menyebutkan kalau penerimaan anggota Polri menggunakan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (Betah), dengan melibatkan pihak pengawas eksternal, dengan harapan penerimaan anggota Polri akan lebih baik. Terlebih dalam penerimaan anggota Polri tidak menggunakan uang. Untuk mengantisipasinya, sejak awal akan dilakukan pengawasan.

 
“Pengamanan tertutup akan dilakukan untuk memantau proses seleksi tersebut, sehingga tidak ada oknum yang menjadi ‘penembak di atas kuda’ mengatasnamakan pejabat Polda meminta imbalan yang tidak sedikit padahal mereka yang meminta tidak bekerja dan bukan panitia,” tegasnya.

 
Kapolda mengimbau, agar masyarakat tidak tertipu atau terkena bujuk rayu oknum-oknum yang bisa meluluskan menjadi anggota Polisi dengan minta imbalan. Kalau ada segera dilaporkan. Baginya, penerimaan anggota Polri yang bersih,  akan melahirkan polisi yang bersih. Karena itu, pihaknya akan terus mengawasi secara ketat seleksi tersebut, sehingga masyarakat NTT diterima menjadi anggota Polri tanpa bayaran.

 
Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Anthony Agustinus K, selaku ketua panitia penerimaan menyebutkan,  dalam tahun 2015 ini, Mabes Polri mengalokasikan Akpol 300 orang, terdiri dari 250 orang pria dan 50 orang wanita. Sementara untuk Brigadir sebanyak 12.750 orang yakni 10.650 pria dan 2.100 wanita, serta 2.250 orang Tamtama untuk Tamtama Brimob.

 

Sementara di Polres dibutuhkan 15.153 orang. Saat ini tersedia 7.830 orang, sehingga kekurangan 7.323 orang. Secara teknis, pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap mencakup pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan I, ujian psikologi, ujian akademik, pemeriksaan kesehatan II, pengujian kesamaptaan jasmani dan antropometri, pemeriksaan mental kepribadian (PMK), pemeriksaan administrasi akhir dan sidang terbuka kelulusan. “Khusus untuk Bintara Polri berdomisili di Polda tempat pendaftaran minimal dua tahun,” tandasnya.

 
Tokoh masyarakat NTT Esthon Fornay berharap, agar masyarakat NTT menyiapkan anak-anak menjadi anggota Polri yang siap secara lahir dan batin, sehingga menjadi anggota Polri kebanggaan NTT dan mengharumkan nama NTT. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz