Jumat, 20 April 2018 | 17:03
1

Polisi “Kekasih” Masyarakat

APARAT kepolisian tak terceraikan dari masyarakat. Idealnya, ia hidup dengan dan menyatu dengan masyarakat. Masyarakat adalah tempat ia bekerja. Jadi bolehlah kita mengatakan bila kantor polisi sesungguhnya adalah masyarakat, bukan di gedung-gedung Kepolisian. Polisi tahu dan paham betul seluk beluk kehidupan sosial bermasyarakat.

 
Idealisme ini kiranya menjadi jantung komitmen Kapolda NTT, Endang Sunjaya. Wujudnya dalam janji perekrutan anggota baru yang didominasi oleh putra/i daerah. Sebanyak 99 persen prajurit baru akan diisi orang daerah sendiri. Namun mesti dipastikan bila ini bukan soal primordialisme karena tugas Kepolisian steril dari fanatisme kedaerahan.

 
Yang paling serius adalah soal tanggung jawab para calon mengurus daerahnya. Komitmen Kapolda pun mesti dibaca sebagai peluang. Peluang menjadi anggota polisi tentu iya. Tetapi peluang mengambil tanggung jawab masih harus diuji. Dibutuhkan kesiapan mental, kecerdasan, dan komitmen putra/i daerah yang berniat bergabung dalam kesatuan.

 
Kabar baik itu pun wajib dibalas dengan keseriusan anak-anak daerah. Persentase besar yang diberikan itu bukan soal kuantitas putra/i daerah di Kepolisian NTT. Paling penting nantinya adalah persentase kerja keras, keseriusan dalam tugas dan dedikasi mengurus serta membereskan persoalan-persoalan daerah.

 
Tugas keamanan dan pengayoman harus jadi kebanggaan saat mengenakan pakaian coklat kebesaran. Seragam yang melambangkan tanggung jawab besar memberi rasa aman terhadap masyarakat. Rasanya pas kalau ada yang menyebut polisi itu harus “berpacaran” dengan masyarakat dan masyarakat wajib “berpacaran”dengan polisi. Artinya, keduanya wajib membangun relasi yang baik.

 
Kita pun wajib mendukung komitmen Kapolda itu dengan prinsip Betah (bersih, transparan, akuntabel, dan humanis) dalam perekrutan. Memang telah menjadi rahasia umum tentang biaya selangit bagi yang ingin bergabung dalam kesatuan ini. Semoga saja prinsip Betah itu segera diterapkan dalam perekrutan di tahun 2015 ini.

 
Perekrutan yang professional akan menghasilkan para prajurit yang profesional pula; pengayom dan pelindung profesional. Profesionalitas itu kebanggaan. Kebanggaan polisi adalah saat mereka “berkantor” di masyarakat; menyatu dan menjadi bagian penting dari masyarakat. Selamat bertugas!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz