Jumat, 20 April 2018 | 17:05
58

Polisi Diduga Gelapkan Kasus TKW Mabar

POLISI dari Mapolda NTT dan Polres Manggarai Barat (Mabar) diduga menggelapkan kasus penangkapan tujuh orang calon tenaga kerja yang diamankan Polres Manggarai Barat, Kamis (26/3) lalu. Hingga dipulangkan, Kamis (2/4) para calon TKW yang dipalsukan identitasnya oleh perekrut itu tidak diperiksa polisi.

 
Kabid Humas Polda NTT AKBP Agus Santosa yang dikonfirmasi, Kamis (9/4), mengatakan bahwa Polda NTT tidak pernah menerima laporan apa pun dari Polres Manggarai Barat terkait penyerahan ketujuh calon TKW tersebut. “Penanganan para calon TKW tersebut diproses oleh Polres Manggarai Barat, sementara kami di sini sama sekali tidak diberikan laporan tersebut. Bahkan, kami telah mengkonfirmasi kepada Polres di sana dan semuanya ditangani di sana,” ujarnya.

 
Kapolres Manggarai Barat Abraham Jules Abas yang dikonfirmasi mengaku, para calon TKW hanya didata identitasnya sebelum diserahkan ke Mapolda NTT untuk diproses lebih lanjut. “Rahmawati, pengantar yang pada saat diamankan bersama para calon TKW sudah dalam proses pemeriksaaan di Polda NTT,” ujarnya.

 
Sementara informasi yang dihimpun dari Mapolda NTT menyebutkan para calon TKW sudah dipulangkan. Sementara Rahmawati dengan perusahaannya hanya diambil keterangan kemudian dilepas. Salah satu calon TKW Marce Suan yang ditemui VN menyebutkan dia bersama rekan-rekannya direkrut PT DKR yang letaknya di belakang Masjid, Perumnas Kupang.

 

Tetapi hingga dipulangkan Dinas Sosial Provinsi NTT, mereka tidak dimintai keterangan terkait perekrut maupun pengantar yang bernama Rahmawati. “Hingga kami dipulangkan kami tidak diperiksa di Polda. Tidak tau kenapa bisa seperti itu,” ujarnya. Dia juga mengaku, KTP yang diberikan oleh Rahmawati kepada mereka adalah palsu dan tidak sesuai dengan idantitas mereka yang sebenarnya.

 
Lexy Dowa, petugas Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) yang dikonfirmasi semalam mengakui, tujuh calon TKW tersebut sudah dipulangkan ke kampung halamannya. Selama beberapa hari ditampung di RPTC, kata dia, para TKW tidak pernah diperiksa oleh polisi dari Mapolda NTT.

 
Sebelumnya diberitakan tim Satgas Semana Santa Polres Manggarai Barat (Mabar) berhasil mengamankan tujuh calon TKW di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (26/3). Para calon TKW diamankan bersama pengantarnya Rahmawati dari Kapal Motor Sirimau itu tidak memiliki dokumen dan diduga akan dikirim ke Malaysia.

 
Para calon TKW itu antara lain, Maria Susabti Loto, Marce Suan, Delvi Susana Tein , Weli Kelu Anang, Prilia Demau, Yesti A Tein, dan Yohana Ban Lopo. Kepala BP3TKI NTT Tato Tirang mengatakan, sejak Januari hingga Maret lalu sudah 200 orang calon TKI yang diamankan termasuk tujuh calon TKW dari Manggarai Barat. Jumlah ini, menurutnya, bisa lebih kalau pengawasannya ketat.

 
Terkait para TKW yang dipulangkan tersebut, dia mengatakan, perlu diberi pelatihan sebelum dipulangkan agar mereka mengetahui persyaratan apa saja yang harus dilengkapi menjadi seorang calon TKW. (mg-10/tia/nan/cal/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz