Minggu, 22 April 2018 | 18:18
Anwar Puageno Ketua DPRD NTT
istimewa

Polda Ungkap Jaringan AS

Victory-News, KEPOLISIAN Daerah (Polda) NTT menyatakan akan menuntaskan kasus sabu-sabu yang melibatkan AS, anggota Fraksi Gerindra DPRD NTT. Polisi serius mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang sampai ke tangan AS tersebut.

“Keterangan resmi tentang kasus ini akan disampaikan kepada wartawan pada Senin 26 Oktober (hari ini),” ujar Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abast menjawab VN, Minggu (25/10).

Diberitakan sebelumnya, AS ditangkap di salah salah satu kamar hotel di Kupang, Jumat (23/10). DIa bersama seorang wanita dan keduanya diduga “pesta sabu-sabu” di kamar hotel.

Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan aluminium foil, satu paket sabu di kantong kiri dan di dompet tersangka, satu pipet di kantong kanan, dan satu bong alat hisap di bawah tempat tidur.

Saat ditanya, apakah AS sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, Abast mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat informasi dari Direktur Narkoba Polda NTT Kombes Pol Kumbul KS.

“Pak Dir hanya menyampaikan bahwa besok (hari ini) kemungkinan ada press release. Beliau minta waktu karena sedang pengembangan kasusnya,” kata Abast.

Ditanya mengapa kasus ini cenderung ditutup-tutupi karena AS adalah angota Dewan, dia menegaskan bahwa polisi tidak menutup-nutupi.

“Justru Pak Dir (maksudnya Direktur Narkoba Polda NTT) minta tolong karena polisi pasti ada release dan tidak disembunyikan. Hanya perlu waktu untuk ungkap tuntas,” tegasnya.

Polda, kata dia lagi, tidak mau kasus narkoba marak di NTT, dan hanya penerima saja yang ditangkap. Pengedar dan bandar pun harus ditangkap. “Jadi tidak ada pengecualian. Hanya, kita juga ingin mengungkap bandar atau yang mengedarkan narkoba tersebut.

Kalau langsung direlease, mungkin bandar dan pengedar tahu dan melarikan diri. Jadi, Pak Dir minta waktu untuk mengungkapnya,” jelasnya.

Disikapi BK
Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan, Badan Kehormatan (BK) DPRD NTT akan bekerja menelusuri, melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT untuk mendapatkan fakta dan bukti guna penegakan etika dan kehormatan Dewan.

Pimpinan Dewan, katanya, akan menggelar rapat internal dengan pimpinan Fraksi Gerindra, Komisi V, dan BK DPRD NTT. “Pada saatnya akan ada keputusan setelah BK bekerja sesuai aturan, tata tertib dan mekanisme di Dewan,” pungkasnya. (tia/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz