Jumat, 23 Februari 2018 | 02:36
KETERANGAN PERS: Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Kumbul KS (duduk, tengah) didampingi Kasubdit I AKBP Nugroho, Kasubdit II AKBP Albert Neno, dan Kabid Humas AKBP Jules Abraham Abast kedua dari kanan) memberikan keterangan pers, Senin (14/3) lalu. Tampak enam tersangka berdiri di belakang dengan muka tertutup cadar. VN/MUTIARA MALEHERE.
KETERANGAN PERS: Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Kumbul KS (duduk, tengah) didampingi Kasubdit I AKBP Nugroho, Kasubdit II AKBP Albert Neno, dan Kabid Humas AKBP Jules Abraham Abast kedua dari kanan) memberikan keterangan pers, Senin (14/3) lalu. Tampak enam tersangka berdiri di belakang dengan muka tertutup cadar. VN/MUTIARA MALEHERE.

Polda Endus Keberadaan Bandar Jaringan Makassar

DIREKTORAT Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda NTT sementara melakukan pengembangan penyidikan terhadap dua jaringan narkotika antarprovinsi, yakni jaringan Makassar (Sulawesi Selatan) dan Surabaya (Jawa Timur), pasca penyitaan 68 gram shabu-shabu pertengahan Maret lalu.
Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Kumbul KS kepada VN, Kamis (31/3), menjelaskan, pihaknya telah mengetahui keberadaaan bandar berinisial C, selaku tersangka, yang mengkoordinis bisnis haram jaringan Makassar itu. Sehingga, pihaknya sementara berupaya melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.
“Untuk penangkapan terhadap tersangka C, kami telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan,” ungkap Kumbul.
Selain jaringan di Makassar, Kumbul mengatakan, pihaknya juga sementara melakukan pengembangan ke Surabaya terhadap tersangka J yang menjual sebanyak 100 gram shabu-shabu kepada tersangka F melalui jasa titipan kilat.
Dalam menangkap tersangka J, tambah Kumbul, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dalam melacak keberadaan tersangka J.

Musnahkan Barang Bukti
Masih menurut Kumbul, Diresnarkoba Polda NTT akan melakukan pemusnahan terhadap barang bukti 68 gram shabu-shabu yang diamankan dari tangan para pelaku yang ditangkap anggota di dua lokasi berbeda beberapa waktu lalu.
“Rencana pemusnahan barang bukti tersebut akan dilaksanakan Senin (4/3) mendatang. Kami akan melibatkan teman-teman media untuk menyaksikan pemusnahan tersebut,” ujar Kumbul.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast menjelaskan, penyidik Ditresnarkoba sementara mendalami dan menelusuri jaringan peredaran shabu-shabu antarprovinsi.
Dalam operasi yang dilakukan tim Ditresnarkoba Polda NTT di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (7/3) lalu, berhasil diamankan barang bukti berupa paket shabu seberat 6,7 gram, alat timbangan, alat hisap (bong) yang terbuat dari botol bekas air mineral, dan pipet.
Sementara penangkapan jaringan pertama (Makassar) pertama kali dilakukan Selasa (1/3) terhadap tersangka HW bersama rekan-rekannya di KM Binaiya, saat bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Barang bukti yang diamankan yakni dua paket hemat shabu, 12 butir obat jenis tramadol, satu buah tas ransel, dan satu buah gantungan tas berbentuk boneka berwarna putih. (tia/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz