Sabtu, 21 April 2018 | 19:25
2

PN Kefamenanu tak Terima Mobil

PENGADILAN Negeri (PN) Kefamenanu, sebagai bagian dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten TTU, tidak pernah meminta apalagi menerima
pemberian mobil Toyota Hilux Double Gardan dari Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes.

 
PN Kefamenanu juga tak pernah mengajukan proposal permohonan bantuan mobil atau bantuan dalam bentuk apapun kepada Pemkab TTU karena mekanismenya harus atas persetujuan dari Mahkamah Agung. Penegasan tersebut dikemukakan Pejabat Humas PN Kefamenanu Wawan Edi Prastiyo kepada VN, Jumat (17/4), di kantor PN Kefamenanu.

 
“Kita tidak bisa serta merta menerima dan menggunakan barang dari pemerintah. Ada mekanismenya yakni harus melapor terlebih dahulu kepada Mahkamah Agung. Jika disetujui maka bantuannya kami terima. Tidak bisa gampang-gampang kami terima, kami pakai dan terima kasih. Jangan sampai pemberian itu menjadi temuan BPK, sekalipun itu dipinjamkan, hibah, atau dalam bentuk apa pun harus jelas,” jelasnya.

 
Selain itu, lanjutnya, ada mekanisme baku dalam tubuh institusi peradilan yang harus ditaati. Institusi peradilan didanai langsung dari Pemerintah Pusat dalam segala urusan kebutuhan institusi. Berbeda dengan PN Kefamenanu, Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kahono, yang diwawancarai wartawan akhir pekan lalu, mengaku tak akan mengembalikan mobil. “Ngak mau, udah tanda tangan terima kok.

 

Ngak usah dicampuri masalah korupsi. Pencuri ya pencuri, penipuan ya penipuan jangan campur aduk pasal,” ujarnya singkat sambi berlalu meninggalkan wartawan. Kembalikan Saja Terpisah, anggota Banggar DPRD TTU Agus Talan kepada VN Jumat (17/4) mengimbau kepada Forkopimda yang telah menerima bantuan mobil dari Bupati Raymundus untuk mengembalikan mobilmobil tersebut.

 
Alasannya, selain karena tidak memiliki payung hukum yang jelas, dana miliaran rupiah untuk pengadaan mobil seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat TTU yang masih miskin. “Setahu saya tidak ada regulasinya dan hal ini bukan kebutuhan prioritas untuk Forkopimda. Mereka kan punya anggaran sendiri untuk membiayai kebutuhan mereka.

 

Dan hal semata kebijakan Bupati, entah karena pertimbangan apa,” tegasnya. Bupati Raymundus dan Sekda Yakobus Taek Amfotis saat didatangi VN kemarin, tidak berada di ruang kerja. Saat dikontak ke ponsel tidak merespons. (M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz