Minggu, 22 April 2018 | 18:15
27

PLN Semena-mena Cabut Lampu Sehen Warga Nagekeo

KELUHAN akan pemadaman listrik bukan saja terjadi di Kota Kupang. Di Kabupaten Nagekeo juga terjadi hal yang sama. Hal ini membuat masyarakat geram dengan pelayanan PLN. Masyarakat juga geram dengan sikap PLN Flores Bagian Barat yang mencabut lampu sehen tanpa mengkonfirmasi para pemiliknya.

 
Hal ini terungkap dalam sharing bersama antara DPRD Nagekeo dan PLN Flores Bagian Barat, Sabtu (25/4) malam, di ruang Wakil Ketua DPRD Nagekeo. Ketua DPRD Nagekeo Kristianus Dua Wea mengungkapkan, dalam kunjungan kerja anggota DPRD Nagekeo, keluhan masyarakat terbanyak terkait pemadaman listrik. Selain itu, masyarakat juga menuding PLN mencabut lampu sehen milik warga tanpa izin pemiliknya.

 
“Masyarakat sudah geram dan mengancam kalau PLN mencabut lampu sehen milik warga lagi, mereka akan menyerang petugas,” ungkapnya.  Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Yohanes F Ame Kae yang turut hadir pada saat itu mengatakan bahwa masyarakat mengeluhkan pemadaman listrik di Nagekeo yang terjadi tak beraturan baik pagi, siang, maupun malam. “PLN harus bertanggung jawab.

 

Sampaikan kepada masyarakat apa masalahnya. Data pelanggan, jangan sampai alasan kekurangan daya selalu dipakai. Omzetnya berapa untuk membangun PLN baru di Nagekeo,” ungkapnya.
Anggota DPRD lainnya Antonius Moti menambahkan, dari tujuh kecamatan di Nagekeo, masih banyak desa yang belum tersentuh pelayanan listrik. “Kami minta PLN untuk bisa dan serius melakukan terobosan-terobosan yang sangat cepat untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

 
Manajer PLN Rayon Bajawa Joko Windriarto menjelaskan, pemadaman yang terjadi di Nagekeo akibat banyaknya pohon yang tumbang dan pembakaran hutan secara liar di dekat jaringan yang mengganggu jaringan listrik. “Banyak tiang listrik yang tumbang akibat tertimpa pohon yang tumbang. Akibatnya jaringan listrik terganggu,” ungkapnya.

 
Dia meminta bekerjsa sama dengan Dewan untuk memberikan pencerahan terkait alasan pemadaman listrik dimaksud. Sementara itu Manajer PLN Flores Bagian Barat Edy Muktasim Billah menambahkan, merespons keluhan warga Witurombaua, Dusun III Rombawawo-Sukamaju terkait pencabutan lampu sehen, sudah ada pemutusan kerja sama dengan CV Karya Murni Teknis.

 

“Kami juga sudah memutus kerja sama dengan CV Karya Murni Teknis dan sudah menyurati mereka untuk segera membayar utang-utang yang masyarakat Nagekeo akibat pencabutan lampu sehen tersebut,” pungkasnya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz