Jumat, 20 April 2018 | 16:54
17

PLN segera Tarik Listrik ke Nanaet Dubesi

PLN Rayon Atambua segera menarik listrik konvensional ke empat desa yang tersebar di Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu sebelum Agustus 2015 mendatang. Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan warga akan listrik. Demikian disampaikan Manajer Pusat Listrik Atambua PT PLN Sektor NTT Paulus Berek kepada VN, Selasa (7/4).

 
Berek mengatakan, PLN telah menurunkan tim untuk menyurvei wilayah-wilayah di Kecamatan Nanaet Dubesi supaya nantinya bisa dipasang jaringan listrik konvensional. “Pada intinya, kita akan tetap penuhi permintaan masyarakat soal kebutuhan listrik. Kita sudah lakukan survei di sana dan siap ekspansi jaringan listrik ke sana sebelum perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI,” ungkapnya.

 
Menurut Berek, PLN juga saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah agar bisa memperjelas dan mau memberikan lahan yang berada di kawasan hutan lindung supaya dipasang jaringan (tiang) listrik. “Pasalnya, ekspansi listrik ke wilayah Nanaet Dubesi tentunya melewati kawasan hutan lindung, sejumlah pohon pasti akan ditebang sehingga kita minta pemerintah supaya bisa bebaskan kawasan hutan lindung,” ujarnya.

 
Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu Stefanus Mau juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu supaya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat soal pembebasan kawasan hutan lindung di wilayah Nanaet Dubesi. “Status kawasan hutan lindung di kecamatan ini (Nanaet Dubesi) harus diperjelas. Karenanya, Pemkab Belu melalui Dinas Kehutanan harus proaktif dalam perjelas status kawasan hutan ini. Bila perlu, kawasannya dibebaskan sehingga bisa dilalui jaringan listrik konvensional,” tandasnya.

 
Masyarakat Kecamatan Nanaet Dubesi, kata Mau, masih hidup dalam kungkungan kegelapan dan sangat membutuhkan listrik sehingga kawasan hutan lindung yang masih menjadi hambatan bagi PLN untuk melakukan ekspansi listrik harus diperjelas statusnya.

 
Sebelumnya, Penjabat Bupati Belu Wilhelmus Foni mengungkapkan salah satu kesejahteraan masyarakat yang harus didorong dari waktu ke waktu adalah kebutuhan akan listrik sehingga pemerintah bertekad memenuhi tuntutan warga tersebut. “Jika jaringan listrik konvensional dari PLN belum jangkau semua daerah di pinggiran, PLTS jadi salah satu alternatif cepat untuk penuhi kebutuhan warga. Inilah sebabnya, pemerintah gelontorkan dana untuk adakan tenaga surya,” ujarnya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz