Sabtu, 21 April 2018 | 19:30
ilsutrasi PLN
istimewa

PLN Hentikan Migrasi Meteran Listrik

SETELAH mendapat protes dari berbagai pihak, PT PLN Wilayah NTT menyatakan telah memutuskan untuk menghentikan sementara proses migrasi meteran listrik dari meteran analog ke meteran listrik prabayar (meteran pulsa).

Humas PLN NTT Paul Bolla kepada wartawan, Selasa (27/10), mengatakan bahwa keputusan menghentikan migrasi meteran listrik itu sebagai respons terhadap keluhan pelanggan yang disampaikan ke PLN.

Proses migrasi meteran analog ke meteran pulsa mendapat protes dari masyarakat karena dinilai merugikan pelangan. Paul Bola mengatakan, saat ini pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keunggulan penggunaan meteran prabayar.

“Saya kira ini karena masyarakat belum terlalu memahami dengan benar keunggulan dari listrik pintar, dan kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini realisasi penggunaan meteran prabayar di NTT sudah mencapai 92 persen. Sisa delapan persen, kata dia, akan tetap dilanjutkan. Jika tidak dalam tahun ini, maka akan dilanjutkan tahun depan setelah dilakukan sosialisasi.

Manajer PLN Area Kupang, Maria Gunawan secara terpisah menjelaskan, penghitungan kwh meter listrik prabayar sama dengan kwh meteran analog. “Harga kwh sama karena telah melalui tahap standarisasi dan harga per kwh listrik sudah diatur dalam penyesuaian TDL melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 31 Ttahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PLN,” tutur Maria Gunawan.

Dia menjelaskan, sebenarnya uang yang dibayarkan akan terbagi dalam tiga komponen perhitungan. Komponen pertama adalah biaya administrasi bank. Besarnya biaya administrasi bank ini tergantung tempat di mana konsumen membeli pulsa listrik. Besarnya antara Rp 2.000-Rp 3.500.

Komponen lain adalah pajak penerangan jalan (PPJ) yang ditentukan nilainya dalam prosentase. Misalnya, tiga persen dari total kwh yang dibayarkan. Besarnya PPJ berbeda di tiap daerah, karena ditentukan oleh pemerintah daerah melalui perda.

Komponen ketiga adalah tarif listrik per kwh. Komponen ini mengacu kepada TDL atau TTL (Tarif Tenaga Listrik) yang ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku secara nasional.

“Ketiga komponen itu jika ditotal akan sama dengan jumlah uang yang dibayarkan oleh konsumen,” katanya.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz