Kamis, 26 April 2018 | 23:32
FOTO HAL 15A 170415 copy

Plang ‘Sayangi Jiwa Anda’ Tuai Protes

PLANG imbauan ‘Sayangi Jiwa Anda’ yang dipasang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA) NTT untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap serangan buaya pada sejumlah tempat rekreasi pantai di wilayah Kota Kupang menuai protes.

 
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT beranggapan bahwa plang imbauan itu membatasi ruang gerak dan aktivitas pariwisata di Kota Kupang. Namun, BBKSDA NTT menyatakan bahwa pemasangan plang itu sebagai langkah pereventif guna menghindarkan warga dari maraknya penemuan buaya di sejumlah pantai di Kota Kupang.

 
Kepada VN di Kupang, Rabu (15/4), Sekretaris Dinas Parekraf NTT Welly Rohimone mempertanyakan perihal pemasangan papan tersebut. Pemasangan plang itu membuat warga takut ketika hendak berkunjung ke daerah wisata pantai di Kota Kupang. “Ini menghambat dan pastinya kegiatan pariwisata juga akan terganggu,” katanya.

 
Rohimone menuturkan, berdasarkan pengalamannya, pantai di Kupang bukan tempat atau habitat buaya. “Dari mana datangnya buaya itu? Lalu apa yang dilakukan oleh pemerintah,” tanyanya. Dia meminta persoalan terkait buaya itu diselesaikan agar masyarakat dan kegiatan pariwisata di Kota Kupang tidak terganggu dan dapat berjalan
semestinya. “Masa kita harus mengalah dengan buaya?” tambahnya.

 
Terpisah, Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT Maman Surahman mengatakan, plang dipasang sebagai langkah preventif upaya untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat
konflik manusia dan buaya di Kota Kupang. “Kami tidak melarang, hanya mengimbau agar masyarakat hati-hati,” katanya. Hasil Rekomendasi Maman pun menyebutkan,
pemasangan papan itu merupakan rekomendasi semua unsur terkait. “Bisa dilihat pada logo yang terpampang di bawah papan imbauan tersebut,” katanya.

 
Menurut Maman, dulu tidak ada buaya, tetapi sekarang ada buaya di Kupang. Hal itu karena perkembangan zaman dan semakin sempitnya habitat buaya serta semakin luasnya daya jelajah masyarakat. Semua pihak tidak boleh menutup mata terhadap fenomena tersebut. Untuk itu, BBKSDA NTT melakukan langkah antisipatif dengan melakukan patroli secara rutin di wilayah pantai yang ada di Kota Kupang.

 

Pihaknya juga meminta masyarakat memberikan dukungan dengan menyampaikan informasi bila melihat kemunculan buaya. “Pada papan itu, kami juga tulis nomor telepon yang bisa dihubungi,” katanya. BBKSDA NTT, lanjut Maman, juga telah menyiapkan tim yang dibekali dengan pelatihan agar dapat melakukan reaksi cepat bila melihat kemunculan buaya.

 

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mendatangkan pelatih profesional dari luar negeri untuk mendeteksi populasi buaya-buaya yang sering berkeliaran di Kota Kupang. “Kami tidak ada penangkaran buaya di sini, namun kalau dapat akan kami tangkap sementara dan tidak akan dilepas lagi di wilayah konservasi Noelmina. Itu komitmen kami,” tukasnya. (R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz