Sabtu, 21 April 2018 | 19:27
06

Peziara Banjiri Larantuka

TIGA hari menjelang Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, ribuan peziarah baik dari Kota Lewoleba, Kabupaten Lembatadan dari luar Kota Larantuka, mulai berdatangan. Tak ingin Tragedi Jumat Agung tahun lalu kembali terjadi, pihak Syahbandar Larantuka, Kabupaten Flores Timur, terus berupaya meningkatkan dan memperketat pengawasan khususnya bidang transportasi menyambut Prosesi Laut Semana Santa.

 
Kepala Syahbandar Larantuka Pariman kepada wartawan, Rabu (1/4) di ruang kerjanya menjelaskan, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh armada kapal yang ingin mengikuti Prosesi laut akan didata secara intensif. Selain itu, pengawasan terhadap mobilitas para peziarah dengan menggunakan armada kapal akan diperketat, sehingga tidak melebihi kapasitas dan daya tampung kapal. Saat ini, lanjutnya, sudah 50-an kapal yang terdaftar.

 

Dan saat prosesi laut, pihaknya bersama Basarnas, TNI AL, dan Kopassus akan mengawasi ketat pergerakan di laut. Pantauan VN Rabu (1/4), puluhan armada kapal dengan rute Lewoleba-Larantuka, dipadatipara peziarah. Bahkan, ratusan peziarah terpaksa ditolak kapal penumpang karena kapasitas kapal tidak memungkinkan untuk memobilisasi. Domo, salah satu ABK Kapal Motor Lembata Karya Rute Lewoleba- Larantuka mengakui selama dua hari ini, penumpang dari Lembata ke Larantuka mencapai 350 orang.

 

Dirut PT Flobamor Hironimus Soriwutun mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat ke Larantuka denga KMF Ile Boleng, Rabu (1/4) siang kemarin, berjumlah sekitar 920 orang dari yang mendaftar melalui Biro Kesejahteraan Rakyat. Disaksikan VN, rombongan wisata rohani ke Semana Santa dari Kota Kupang, dilepas oleh Wakil Gubernur Benny Litelnoni di Pelabuhan Bolok, Kupang sekitar pukul 15.00 Wita. (ten/mg-04/mg-05/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz