Kamis, 26 April 2018 | 23:33
(ki-ka) Zhang Jie Ming, Wang Shi Shen selaku Presiden Director Western Star Technology, Maria (penerjemah), dan Wali Kota Jonas Salean saat memberikan keterangan kepada pers
vn/yunus atabara

Perusahaan Pengundang Jonas Survei Proyek Air

Victory-News, WESTERN Star Technology, perusahaan energy dan manufacturing asal China, hari ini, Sabtu (31/10) akan melakukan survei sehari di beberapa lokasi yang nantinya bisa dijadikan proyek pengolahan air kotor (air tanah dan air laut) menjadi air bersih di Kota Kupang.

Western Star Technology (WST), merupakan sebuah perusahaan yang profesional dan memiliki pengalaman pekerjaan seperti proyek-proyek pemerintahan, investment, water treatment, power plant, infrastruktur, water desalination, power paid water meter, dan residensial.

Demikian dikatakan Presiden Direktur Western Star Technology China Wang Shi Shen saat jumpa pers di Rumah Makan Nelayan, Kota Kupang, Jumat (30/10) malam. Ia didampingi stafnya Zhang Jie Ming, dan beberapa staf PT Cahaya Asia Timur sebagai perwakilannya di Indonesia.

“Ini kunjungan balasan kami dari China atas kunjungan Mr Jonas sebelumnya. Kita hanya satu hari di Kupang untuk survei. Seperti sistem pengolahan air kotor menjadi air bersih dan lainnya. Setelah itu, Minggu (1/11), langsung kembali ke China,” kata Wang Shi Shen yang diterjemahkan Maria.

Direktur PT Cahaya Asia Timur sebagai perwakilan WST di Indonesia, Iskandar Wibisono yang didamping Direktur Marketing Wiwiek Zuliati, mengatakan bahwa WST adalah perusahan yang sudah berpengalaman mengerjakan proyek pengolahan air kotor menjadi air bersih, seperti di Thailand, Afrika, Vietnam, dan India.

Ia mengaku, sebelum ke Kupang terlebih dahulu mereka ke Kabupaten Gunung Kidul dengan program yang sama. “Saya tidak bisa komentar lebih banyak. Besok setelah survei, baru kita akan kasih keterangan lagi kepada media terkait hasil survei serta langkah selanjutnya,” ujarnya.

Bangun Kerja Sama
Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan, WST adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur perpipaan, meteran air, dan produksi air bersih. Karena itu, perusahaan tersebut tertarik untuk mengembangkan usaha di Kota Kupang dan juga Gunung Kidul yang kondisi geografisnya hampir sama.

“Ini bukti bahwa saya ke China untuk membangun kerja sama dalam mengatasi kesulitan air bersih. Jadi bukan gratifikasi dan inilah bukti bahwa kita akan bangun kerja sama,” kata Jonas.

Pengamat kebijakan publik Kota Kupang Adi Nange yang dimintai komentarnya menilai bahwa kunjungan WST dan PT Cahaya Asia Timur ke Kota Kupang mengindikasikan bahwa benar telah terbangun hubungan informal antara mereka.

“Benar ada hubungan. Tapi baru sebatas penjajakan dan belum bisa disebut kerja sama. Baru saling intip lah. Semua tergantung pembicaraan untung ruginya. Saya bangun ini atau buat itu, Pemkot kasih apa. Tidak mungkin cuma-cuma lah,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap Wali Kota Kupang dan DPRD kota Kupang untuk terus saling mengingatkan agar nantinya tidak menimbulkan kesan ada proyek pemerintah yang sengaja dibuat demi mengakomodir perusahaan tersebut.

“Sangat bagus jika perusahaan China itu mau berinvestasi di Kota Kupang. Warga Kota Kupang menunggu janji Wali kota bahwa perusahaan China itu bukan mencari proyek di Kota Kupang. Tapi berinvestasi dan membuat proyek,” ujarnya mengingatkan. (nus/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz